Berita Nasional
Wisuda BEKAL Pemimpin 2.0, Cetak Puluhan Calon Pemimpin Perubahan Pengelola SDA Indonesia
Wisuda BEKAL Pemimpin 2.0, Cetak Puluhan Calon Pemimpin Perubahan Pengelola SDA Indonesia. Berikut Selengkapnya
Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Dukung penuh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, United In Diversity (UID) kembali menggelar program beasiswa bertajuk 'Bersama Kelola Alam Adil Lestari (BEKAL) Pemimpin'.
Beasiswa BEKAL Pemimpin ini diberikan kepada para Emerging Leader, yakni para pemimpin muda ataupun calon pemimpin yang usianya masih dibawah 40 tahun.
Vice President UID, Dr Suyoto menyampaikan BEKAL Pemimpin melaksanakan kelulusan angkatan kedua pada Minggu (12/9/2021).
Lewat 58 orang lulusan asal 22 Provinsi di Indonesia, program BEKAL Pemimpin menghasilkan 10 kelompok prototype solusi yang memunculkan benih-benih perubahan positif di berbagai sektor dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA).
"Salah satu misi dari UID adalah menumbuhkan dan membina kader generasi penerus pengelola sumber daya alam (SDA)," ungkap pria yang akrab disapa Kang Yoto itu pada Selasa (14/9/2021).
"Melalui Program BEKAL Pemimpin kami berharap prototyping yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia dan dunia melalui pengelolaan SDA, karakteristik pemimpin dan peningkatan sosial, budaya dan teknologi," jelasnya.
Baca juga: Dikritik Hamburkan Rp 2 Triliun untuk Ajang Formula E di Tengah Pandemi, Ariza: Dibebankan ke Swasta
Baca juga: Hindari Gugatan Arbitrase Internasional, Pemprov DKI Bakal Lunasi Biaya Komitmen Formula E
Senda dengan Kang Yoto, The David & Lucile Packard Foundation yang diwakilkan Mr. James McCaul menyampaikan dukungan yang diberikan kepada program BEKAL Pemimpin.
Dukungan diberikan karena BEKAL Pemimpin memberikan dorongan bagi organisasi untuk mencetak pemimpin yang memiliki karateristik dalam pengelolaan SDA.
“Cukup jarang organisasi yang mendukung kegiatan seperti ini. Kami melihat dengan dukungan yang diberikan dapat menciptakan masa depan Indonesia dan dunia melalui pengolalan SDA yang baik,” jelas James.
Baca juga: Beda Pendapat Gus Nadir Soal Santri Tutup Telinga Saat Mendengar Musik, Denny Siregar : Ada-ada aja
Baca juga: Analogikan Cewek Berbaju Seksi, Gus Nadir Minta Santri Jangan Digeneralisir dengan Islam Garis Keras
Mendukung Penuh
Wakil Ketua MPR Lestari Murdijat mendukung penuh kegiatan ini dan berpesan kepada para lulusan.
Dirinya pun memberikan selamat dan berharap para lulusan BEKAL Pemimpin dapat berkontribusi bagi raktar.
"Selamat kepada para lulusan BEKAL Pemimpin angkatan ke 2. Ini adalah perjalanan yang luar biasa, bekal untuk anda semua sebagai calon pemimpin untuk dapat memberikan kontribusi kepada Indonesia dan dunia melalui proses learning journey dan life journey," jelas Lestari Murdijat.
Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong mengapresiasi dan berharap agar prototype yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik.
“Saya apresiasi kepada para peserta yang sudah mengikuti BEKAL Pemimpin 2021 semoga dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Terutama bagi para peserta yang bergerak dibidang pembangunan berkelanjutan dan berbasis konservasi,” ujar Alue Dohong.
Baca juga: Viral Santri Tutup Telinga Tak Mau Dengarkan Musik Disebut ISIS, Gus Nadir Angkat Bicara
Baca juga: Bakal Wariskan Gugatan Internasional Disebut Denny Siregar Jadi Alasan Anies Ngotot Gelar Formula E
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Surya Tjandra yang turut hadir dalam acara pelulusan penerima beasiswa BEKAL Pemimpin menyambut baik program yang dilakukan oleh UID.
"Semakin banyak BEKAL Pemimpin yang seperti ini yang bisa diciptakan, maka pembangunan Indonesia ke arah yang lebih baik akan menjadi lebih cepat," jelasnya.
Para lulusan BEKAL Pemimpin pun mengungkapkan kebanggaan dan kesiapannya dalam menjalankan prototyping yang telah disetujui.
Simon Rafael, salah satu lulusa BEKAL Pemimpin dari The Salvation Army Indonesia dengan prototyping 'Kepak Emas' mengungkapkan kegiatan ini harus memberikan dampak bukan untuk diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat.
”Di BEKAL Pepmimpin, kami dipersatukan frekuensi agar dapat menyatukan resonansi terbaik untuk masyarakat, alam dan juga mewujudkan prototype yang telah kami rancang” papar Simon kepada para peserta.
Lulusan lainnya adalah Maya Patriani dari Yayasan Konservasi Alam Indonesia dengan prototypingnya Bhuna NHIMM mengungkapkan kebanggaanya bisa bergabung dalam kegiatan yang sangat membangun.
“Tidak banyak lembaga yang bisa memberikan kegiatan semacam ini. Bekal yang diberikan di acara ini sangat luar biasa karena berasal dari panitia dan narasumber yang luar biasa”, papar Maya saat kelulusan daring.
Adapun ke 10 (Sepuluh) ide prototyping tersebut antara lain:
Kepak Emas
Membuat forum multi-stakeholder yang peduli dan menjaga ekosistem dankelestarian burung Junai Emas sebagai ikon kebanggaan lokal di kawasan Wallacea, Halmahera Tengah.
Buna NHIMM
Membina kolaborasi pelestarian alam dan budaya dalam kain tenun tradisional Desa Bannae, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Tani Muda
Mempromosikan peran pemuda dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan, berkeadilan dan berkearifan lokal di Desa Cidadap, Cianjur, Jawa Barat.
Merdeka Indonesia
Menciptakan model ekonomi sirkular baru bagi nelayan skala kecil di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Kelompok Sakil
Mempromosikan ketahanan pangan di Kampung Sanggase, Merauke, Papua yang berkelanjutan, berkeadilan dan berakar lokal.
Pasar Rakyat Bali
Sistem ketahanan pangan sehat berkelanjutan dan berbasis kepulauan di Tamblingan, Bali.
Melajah Alam
Meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai konservasi bagi generasi muda di Jembrana, Bali.
Warkop Indonesia
Pengelolaan kopi yang berkelanjutan, berkeadilan dan berakar pada kearifan lokal di Manglayang, Bandung, Jawa Barat.
Mangi-Mangi Warrior Raja Ampat
Mengembangkan ketahanan pangan sehatberkelanjutan berbasis bakau di Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.
Ambai Lestari
Mengawal penyusunan Peraturan Kampung untuk pengelolaan potensi Sumber Daya Alam Darat, Pesisir dan Laut yang berkelanjutan di Distrik Kepulauan Ambai, Papua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Mr-James-McCaul-The-David-Lucile-Packard-Foundation-dalam-Wisuda-BEKAL-Pemimpin-20.jpg)