Viral Media Sosial

Beda Pendapat Gus Nadir Soal Santri Tutup Telinga Saat Mendengar Musik, Denny Siregar : Ada-ada aja

Beda Pendapat dengan Gus Nadir Soal Santri Tutup telinga Ketika Mendengar Musik, Denny Siregar: Ada-ada aja

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Twitter @David_Wijaya03
Para santri terlihat menutup telinga ketika menunggu giliran vaksinasi covid-19. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Video yang merekam puluhan santri tengah menutup kuping ketika tengah menunggu giliran vaksinasi covid-19 viral di media sosial.

Beragam tanggapan disampaikan masyarakat.

Pro dan kontra pun dituliskan terkait aksi para santri yang memilih menutup kuping mereka karena tak ingin mendengarkan musik yang disetel penyelenggara vaksin.

Sikap tersebut menurut Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A., Ph.D, Dosen Fakultas Hukum Universitas Monash lewat status Twitternya @na_dirs; pada Selasa (14/9/2021) mencerminkan besarnya tolerasi pata santri terhadap perbedaan pemahaman tentang musik.

Sehingga, aksi mereka yang dikaitkan dengan paham Islam garis keras menurutnya sangat tidak tepat. 

"Justru disana terlihat toleransi ustad dan santri utk memilih menutup telinga & menjaga diri ketimbang memaksakan paham mereka dg cara kekerasan," jelas pria yang akrab disapa Gus Nadir itu

"Bukankah esensi toleransi ada di sana? Jadi jangan buru2 mengaitkan mereka dg paham Islam garis keras hanya krn mrk berbeda pemahaman," tegasnya.

Gus Nadir pun mengungkapkan terdapat ulama yang berbeda pendapat tentang mendengarkan musik.

Bagi mereka yang menyebut haram mendengarkan musik lanjutnya, dikarenakan musik dinilai dapat membuat hilang hafalan Al Quran. 

"Ulama yg bilang haram juga punya dasar rujukan. Pada titik ini ya kita saling hormat saja thd pilihan yg berbeda," tulis Gus Nadir.

"Bagi yg bilang haram, mendengarkannya dianggap berdosa & bisa membuat hafalan Quran menjadi lupa. Bagi yg blg boleh, mendengarkan musik dapat melalaikan utk murajaah," jelasnya.

Namun berbeda dengan Gus Nadir, Denny Siregar justru memandang miring aksi yang dilakukan para santri tersebut.

Dirinya justru mempertanyakan alasan musik yang dinilai dapat menghilangkan hafalan Al Quran.

"Masak cuman dengerin musik doang, hapalan kitab suci bisa hilang ? Ada2 aja..," tulis Denny Siregar.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved