Minggu, 19 April 2026

Kesehatan

Saraf Terjepit Harus Ditangani dengan Benar, RS Premier Bintaro Atasi yang Parah dengan Teknologi

RS Premier Bintaro atasi saraf terjepit berat dengan teknologi canggih. Tak berat harus ditangani dengan cara benar.

Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Saraf Terjepit Harus Ditangani dengan Benar, RS Premier Bintaro Atasi yang Parah dengan Teknologi. 

Terapi tersebut tentu berdasarkan hasil diagnosis dan tingkat keparahan gangguan tulang belakang.

Senada juga dikemukakan dr. Ajiantoro, Sp.OT. Menurutnya diagnosis menjadi kata kunci penting untuk penanganan gangguan tulang belakang ini.

“Sekitar 70 sampai 80 persen pasien pernah mengalami nyeri punggung atau leher. Karena itu pain manajemen sangat penting karena struktur tulang belakang itu sangat beragam mulai dari ligament hingga syaraf,” tuturnya.

Pain manajemen bisa dilakukan dengan diagnosis mulai dari sudah berapa lama keluhan terjadi, seberapa sering muncul, dan lainnya.

Kemudian untuk memperkuat hasil diagnosis, dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain misalnya dengan X Ray, periksaan lab dan lainnya.

“Dari keseluruhan proses pemeriksaan itu kita akan tahu masalahnya,” kata dr Aji.

Baca juga: Begini Persiapan Persija Jakarta Bila Ada Pemainnya yang Terinfeksi Covid-19

Untuk menangani pasien tulang belakang, tim dokter jelas dr. Omar Luthfi, Sp.OT, dapat memberikan obat-obatan seperti obat anti nyeri, anti inflamasi, relaksan otot dan vitamin neurotropic untuk memberikan nutrisi pada saraf.

Pada kasus yang sudah parah dimana obat-obatan tidak memberikan banyak perubahan, tindakan operasi dapat menjadi pilihan pasien.

Meski namanya operasi, dr Omar mengingatkan bahwa saat ini ada metode operasi minimal invasive untuk mengatasi gangguan tulang belakang ini.

Metode minimal invasive memiliki banyak kelebihan dibanding tindakan operasi konvensional.

“Metode ini minim sayatan, hanya sekitar 8 mm hingga 1 cm saja. Sehingga operasi bisa dilakukan dengan cepat dan pasien juga bisa pulang hari itu juga,” paparnya.

Untuk memutuskan apakah seorang pasien gangguan tulang belakang perlu dioperasi atau tidak, tim dokter yang dapat memutuskannya berdasarkan hasil diagnosis yang ditegakkan bersama pemeriksaan penunjang lainnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved