Kabupaten Bogor
Angka Stunting Capai 12,57 Persen, TP-PKK Kabupaten Bogor Lakukan Program Konvergensi Stunting
Untuk mengatasi tingginya angka stunting, TP-PKK Kabupaten Bogor melakukan Bimbingan Teknis Kelas Ibu, Konvergensi Stunting dan pengelolaan BKB
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Pandemi Covid-19 menghambat program pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjaga kesehatan anak dan bayi.
Selama wabah Covid-19 melanda, kegiatan posyandu terhenti sementara karena takut terjadi penularan virus.
Berdasarkan data per 31 Juli 2021, total jumlah Balita yang terukur di aplikasi sebanyak 207.373 Balita dari 530.793 (sasaran Proyeksi BPS) atau baru 39,1%.
Balita dengan berat kurang sebanyak 13.792 (6,65)%, stunting 25.778 (12,57%) dan gizi buruk/wasting 5,69%.
Hal ini diungkapkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan, Rabu (25/8/2021).
Baca juga: Penerapan PPKM Level 3 di Kabupaten Bogor, Ini Aturan yang Dilonggarkan
Untuk mengatasi makin tingginya angka stunting, TP-PKK Kabupaten Bogor melakukan Bimbingan Teknis Kelas Ibu, Konvergensi Stunting dan pengelolaan Bina Keluarga Balita (BKB) secara virtual pada Rabu (25/8/2021).
Halimatu mengatakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvergensi Stunting dan bulan penimbangan Balita penting untuk dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pembinaan kelompok Kelas Ibu.
Dengan bimtek ini, para ibu memiliki bekal pengetahuan yang baik dalam mengasuh dan mendidik balita, agar tumbuh sehat, cerdas dan menjadi generasi emas penerus bangsa.
“Walaupun Bimtek ini kita lakukan secara virtual, kami yakin tidak mengurangi semangat dan silaturahmi kita untuk bersama-sama berupaya melakukan konvergensi stunting dan Pengelolaan Bina Keluarga Balita (BKB),” tutur Halimatu.
Baca juga: PPKM Level 3 di Kabupaten Bogor, Sekolah Tatap Muka Bisa Digelar dengan Kapasitas 50 Persen
Menurut dia, program konvergensi stunting dan bulan penimbangan bayi sangat bermanfaat bagi para orangtua dalam menstimulasi perkembangan anak Balita, menciptakan keluarga kokoh dan ibu andalan dalam pengasuhan anak Balita.
“Figur seorang ibu memiliki kemampuan yang diperlukan dalam mengasuh anak. Untuk itu melalui bimbingan teknis ini bisa meningkatkan kemampuan para ibu dalam menciptakan anak berkualitas dengan berbagai pengetahuan,” tegasnya.
Kasi Advokasi dan Penggerakan Bidang P4 DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Maman Supardi menuturkan, salah satu bentuk intervensi stunting adalah pemberian makanan bergizi seimbang bagi keluarga risiko stunting dengan optimalisasi bahan pangan lokal dalam kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas.
"DASHAT dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat dalam rangka mempercepat upaya penurunan stunting melalui pendekatan konvergensi Kampung KB di tingkat desa/kelurahan," ujarnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Menurun, Pemerintah Kabupaten Bogor Terapkan PPKM Level 3
Sementara Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Intan mengatakan peran PKK bersama dengan Dinas Kesehatan dalam konvergensi stunting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penggerakan peran kader, pengembangan pengorganisasian masyarakat.
“Kami juga lakukan pemantauan pertumbuhan Balita di Posyandu sebagai upaya deteksi dini masalah gizi pada Balita, sehingga Balita yang terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan dirujuk ke tenaga kesehatan segera untuk mendapatkan penanganan," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ketua-TP-PKK-Kabupaten-Bogor-Halimatu-Sadiyah-Iwan.jpg)