Berita Nasional
Inilah Jurus Jitu BGN Kendalikan 27.760 SPPG di Indonesia
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindaya Berikan Langkah-langkah Kendalikan 27.000 SPPG di Indonesia
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Fitriyandi Al Fajri
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR – Pengelolaan puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia disebut dilakukan melalui sistem terintegrasi berbasis sumber daya manusia terlatih dan mekanisme kontrol berlapis.
Upaya ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus berkembang pesat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, menjelaskan operasional SPPG tidak berjalan secara spontan, melainkan didukung oleh SDM yang telah melalui proses pendidikan terstruktur sebelum ditempatkan di lapangan.
Baca juga: BGN Terus Evaluasi MBG untuk Meningkatkan Cakupan Layanan Jadi Berkualitas. Terdata Ada 27.760 SPPG
Menurutnya, para penggerak program direkrut dari lulusan sarjana terbaik yang kemudian mengikuti pelatihan terpusat, termasuk pendidikan di Universitas Pertahanan sebagai bagian dari Komponen Cadangan (Komcad).
“Program ini dikembangkan dengan sistem, dan sebelum SPPG operasional, SDM-nya kami didik terlebih dahulu secara tersentral,” kata Dadan saat wawancara eksklusif bersama Pemred Warta Kota Network sekaligus Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domu Ambarita di Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (29/4/2026).
Setelah dinyatakan siap, SDM tersebut disebar ke berbagai daerah untuk mengawal pembangunan hingga operasional SPPG.
Setiap unit yang telah diverifikasi kemudian mendapatkan dukungan pendanaan melalui virtual account agar dapat langsung beroperasi.
Baca juga: BGN Lakukan Validasi Data Penerima Manfaat MBG di Depok, 173 SPPG Terverifikasi
Dia menambahkan, sistem komando juga diterapkan secara harian dari pusat ke daerah untuk memastikan koordinasi tetap berjalan efektif.
“Kami memiliki basis komando yang instruksinya bisa diberikan setiap hari dari pusat langsung ke daerah,” ujarnya.
Selain itu, komposisi pimpinan di BGN yang melibatkan unsur purnawirawan TNI/Polri dan profesional sipil disebut turut memperkuat efektivitas koordinasi di lapangan.
Di sisi lain, penerapan sanksi terhadap SPPG yang bermasalah diklaim berdampak pada peningkatan kualitas layanan.
Evaluasi dilakukan melalui penghentian sementara operasional, investigasi, hingga pemberian rekomendasi perbaikan.
“Beberapa SPPG yang mengalami kejadian kami hentikan sementara, kami analisis, kami investigasi, kemudian kami berikan rekomendasi,” imbuh Dadan.
Baca juga: BGN Beri Perawatan Medis Terbaik untuk 20 Korban yang Ditabrak Mobil SPPG di SDN 01 Kalibaru
Dia menyebut, setelah melalui proses tersebut, unit yang sempat bermasalah justru menunjukkan perbaikan signifikan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
| Kondisi Pedagang Buah di Duren Sawit yang Dihantam Pajero Saat Menyeberang di Zebra Cross |
|
|---|
| Kerap Lontarkan Tuduhan Tanpa Bukti Amien Rais Dinilai Berbahaya untuk Politik Indonesia |
|
|---|
| Diduga Sebar Fitnah Soal Teddy, Ini Pendidikan Mentereng Amien Rais |
|
|---|
| Setelah Selamat dari KDRT, Kini Cut Intan Nabila Kembali ke Dunia Atlet Anggar |
|
|---|
| Amien Rais Tak Takut Dipolisikan, Bakal Laporkan Balik Komdigi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Dadan-SPPG-2.jpg)