Berita Nasional
Sidak Gudang Karawang, Mentan Amran Jamin Beras Aman 11 Bulan Hadapi Kekeringan El Nino
Sidak Gudang Karawang, Mentan Amran Jamin Beras Aman 11 Bulan Hadapi Kekeringan Ekstrem Godzilla El Nino
Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KARAWANG – Kekhawatiran akan krisis pangan akibat musim kemarau panjang dan kekeringan ekstrem atau yang kerap disebut fenomena 'Godzilla El Nino' terus membayangi. Namun, masyarakat tampaknya bisa bernapas lega.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membawa kabar menggembirakan terkait ketahanan pangan nasional saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang penyimpanan beras di wilayah Tunggakjati, Karawang Barat, Kabupaten Karawang, pada Kamis (23/4/2026).
Dalam kunjungannya tersebut, Mentan memastikan bahwa stok cadangan pangan Indonesia berada dalam kondisi sangat aman, bahkan memecahkan rekor tertinggi.
Baca juga: Panen Raya di Karawang, Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Pangan, Tidak Lagi Impor Beras
"Fenomena Godzilla El Nino tidak masalah bagi Indonesia, karena persediaan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog diproyeksikan mencapai 5 juta ton dalam waktu dekat," kata Mentan.
Saat ini, stok CBP sudah menembus angka 4,9 juta ton. Mentan menegaskan bahwa jumlah ini membuat pemerintah sangat optimistis dalam menghadapi dinamika geopolitik global maupun perubahan iklim ekstrem.
"Pernah dulu (stok CBP) mencapai 2,6 juta ton (pada) tahun 1984, sekarang hampir dua kali lipat," ujarnya.
Cadangan Aman hingga 11 Bulan ke Depan
Keyakinan pemerintah tidak hanya bergantung pada beras di gudang Perum Bulog. Ketersediaan pangan nasional juga ditopang oleh standing crop (padi siap panen) yang diproyeksikan mencapai 11 juta ton.
Selain itu, stok di sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe/Katering) juga tercatat sangat besar, yakni mencapai 12,5 juta ton. Jika diakumulasikan, cadangan ini sangat masif dan mampu mengamankan perut masyarakat Indonesia hingga nyaris setahun ke depan.
"Dengan estimasi dampak El Nino yang diprediksi berlangsung selama enam bulan, pemerintah meyakini cadangan beras yang setara 11 bulan ini lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan," ujarnya.
"Artinya lebih dari cukup, selain selama musim kering ini masih banyak sawah yang produksi dengan saluran irigasi yang tersedia," kata dia.
Kucurkan Rp 5 Triliun untuk 'Senjata' Hadapi Kekeringan
Untuk memastikan produktivitas pertanian tidak terhenti di tengah kemarau ekstrem, Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah taktis dengan mengalokasikan dana jumbo sebesar Rp 5 triliun.
Anggaran ini difokuskan pada dua sektor krusial. Pertama, infrastruktur irigasi dan pompanisasi sebesar Rp 3 Triliun. Dana ini difokuskan untuk mengamankan pengairan di daerah rawan kekeringan.
| PDIP Heran Korupsi MBG Baru Terbongkar Sekarang, Padahal Bisa Dicegah |
|
|---|
| Musisi Mulai Terdampak Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar, Ini Kritik Hindia |
|
|---|
| Di Hadapan Siswa, Prabowo Curhat Masih Kena Bully Meski Seorang Presiden |
|
|---|
| Investor Asing Ramai-ramai Jual Saham Indonesia, IHSG Anjlok |
|
|---|
| Pemberdayaan Berkelanjutan: Pakaian, Buku, dan 27.000 Pohon untuk Masyarakat Akar Rumput Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Mentan-Amran-sidak-gudang-beras-di-Karawang.jpg)