Berita Internasional
Pemerintah Iran Gerak Cepat Perbaiki Infrastruktur yang Hancur Digempur AS-Israel
Pemerintah Iran gerak cepat memperbaiki infrastruktur yang hancur digempur Amerika Serikat (AS) dan Israel.
TRIBUNDEPOK-Pemerintah Iran gerak cepat memperbaiki infrastruktur yang hancur digempur Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Baru sepekan gencatan senjata berlangsung, sejumlah insinyur Iran dikerahkan untuk memperbaiki bangunan yang rusak.
Dijelaskan Kedutaan Besar Iran di Bulgaria bahwa pemerintah Iran langsung membangun enam jalur kereta api yang hancur diserang AS-Israel.
Sejumlah fasilitas infrastruktur yang rusak pun telah selesai dibangun.
Saat ini Iran tengah memperbaiki jembatan-jembatan yang hancur dibombardir AS-Israel.
Dalam waktu 96 jam bangunan jembatan di Iran yang hancur pun sudah kembali beroperasi.
“Semua enam lokasi jalur kereta api yang diserang oleh serangan AS-Zionis telah dipulihkan. Para insinyur Iran membangun kembali jembatan-jembatan tersebut dalam waktu kurang dari 96 jam, dan layanan kereta api telah sepenuhnya beroperasi kembali,” tulis unggahan X Kedubes Iran di Bulgaria.
Selain perbaikan infrastruktur publik, dimuat Press Tv Iran telah meluncurkan upaya rekonstruksi di lokasi infrastruktur minyak segera setelah serangan oleh AS dan Israel.
Mohammad Sadeq Azimifar, CEO Perusahaan Pengolah dan Distribusi Minyak Nasional Iran (NIORDC), menyatakan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita SNN pada hari Minggu bahwa perusahaan tersebut mengerahkan tim teknis ke hampir semua fasilitas yang rusak sehari setelah serangan tersebut.
Baca juga: Presiden Iran Geram Trump Hina Yesus, Sampaikan Pesan Ini ke Vatikan
"Para kontraktor telah dimobilisasi, dan pekerjaan restorasi sudah berlangsung," kata Azimifar.
Salah satu fasilitas yang menjadi sasaran serangan AS dan Israel adalah kilang minyak yang terletak di pulau Lavan di Teluk Persia, menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara Teheran dan Washington pekan lalu.
"Rencana pemulihan bertahap segera disusun untuk mengaktifkan kembali kilang secepat mungkin, terlepas dari besarnya kerusakan," kata Azimifar.
Dia menambahkan bahwa beberapa tim saat ini berada di lokasi untuk membersihkan puing-puing dan mengganti peralatan yang rusak.
Selama perang 40 hari itu, musuh melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran, yang juga menargetkan infrastruktur energi penting, termasuk depot minyak, kilang gas, dan pembangkit listrik.
Fasilitas-fasilitas tersebut merupakan infrastruktur sipil penting yang sangat dibutuhkan untuk penyediaan energi, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan jutaan orang di seluruh negeri.
Di antara infrastruktur paling penting yang menjadi sasaran musuh adalah Ladang Gas South Pars milik negara itu.
Para pejabat Iran mengutuk serangan udara tersebut sebagai "kejahatan keji" dan "pelanggaran terang-terangan" terhadap hukum internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Iran-perbaiki-infrastruktur.jpg)