Selasa, 5 Mei 2026

Berita Internasional

Iran Jawab Ancaman Donald Trump Soal Serangan dan Blokade Selat Hormuz

Iran menjawab ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah gencatan senjata gagal mencapai kesepakatan. 

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Istimewa
IRGC-Juru Bicara IRGC Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari jawab ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal blokade Selat Hormuz. 

TRIBUNDEPOK-Iran menjawab ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah gencatan senjata gagal mencapai kesepakatan. 

Sebelumnya setelah negosiasi gencatan senjata gagal, pada Minggu (12/4/2026) Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan blokade terhadap Selat Hormuz.

Trump memerintahkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.

Blokade tersebut akan mulai berlaku pada Senin (11/4/2026) pukul 10.00 waktu AS.

AS mengaku akan menargetkan kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk yang berada di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Pengumuman Trump tersebut membuat lalu lintas di Selat Hormuz kembali terhenti setelah sempat mencair saat pengumuman gencatan senjata.

Dilaporkan dua kapal yang tampaknya menuju ke pintu keluar berbalik arah.

Pernyataan Trump ditanggapi oleh Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). 

Juru Bicara IRGC Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari mengatakan pihaknya memastikan keamanan di dua perairan strategis tersebut.

Zoflaqri mengatakan hal ini adalah masalah bersama, menekankan bahwa keamanan tersebut harus berlaku untuk semua pihak atau tidak sama sekali.

Zolfaqari selanjutnya menekankan bahwa perlindungan keamanan maritim di perairan Iran akan terus dilakukan secara tegas.

Baca juga: Wapres AS dan Iran Ungkap Perkembangan Terkini Negosiasi Gencatan Senjata

Sehingga kapal-kapal yang terafiliasi dengan musuh tidak boleh melintas di Selat yang masuk teritorial Iran tersebut.

"Kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh tidak dan tidak akan memiliki hak untuk melewati Selat Hormuz," katanya.

Sementara kapal yang diizinkan akan melintas dengan pengawalan IRGC.

"Kapal-kapal lain akan diizinkan untuk melintasi selat tersebut sesuai dengan peraturan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," kata pejabat militer senior Iran itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved