Rabu, 22 April 2026

Berita Internasional

Aktivis Israel yang Tolak Perang Dapat Intimidasi dan Teror Air Keras

Aktivis Israel yang menolak perang mendapatkan intimidasi dari sejumlah pihak pada Minggu (12/4/2026). 

Editor: Desy Selviany
Istimewa
TEROR ISRAEL-Aktivis Israel yang menolak perang mendapatkan intimidasi dari sejumlah pihak pada Minggu (12/4/2026).  

TRIBUNDEPOK-Aktivis Israel yang menolak perang mendapatkan intimidasi dari sejumlah pihak pada Minggu (12/4/2026). 

Intimidasi dan teror itu didapat aktivis Israel Alon Lee Green. 

Alon Lee Green adalah seorang aktivis sosial dan salah satu direktur serta pendiri gerakan Standing Together. 

Dia juga lantang menyuarakan penolakan perang yang diluncurkan Israel ke Iran dan sejumlah negara lain di Timur Tengah. 

Namun karena suara kerasnya, Green mendapatkan intimidasi dan teror yang disebutnya dari sayap kanan ekstrim di Israel

Di X miliknya, Green membagikan video CCTV sejumlah pria yang merusak apartemennya. 

Belasan pria itu juga diduga menyiram pintu apartemen Green menggunakan air keras. 

Peristiwa teror itu berlangsung tepat saat Green ikut demonstrasi mendesak pemerintah Israel menghentikan perang dan serangan. 

"Beginilah penampakan gerombolan 15 preman sayap kanan yang datang ke rumah saya tadi malam setelah demonstrasi anti-perang," 

"Mereka memasuki gedung, mencoba mendobrak pintu apartemen saya dan berhasil mendobraknya ketika saya menghalangi dari sisi lain, lalu menuangkan cairan asam di ambang pintu," 

"Anda bisa melihat bagaimana mereka memastikan untuk mengenakan masker. Sekali lagi, para tetangga mengusir mereka," jelasnya. 

Namun demikian Green memastikan dirinya tidak takut dengan teror air keras tersebut. 

Baca juga: Wapres AS dan Iran Ungkap Perkembangan Terkini Negosiasi Gencatan Senjata

Green meyakini ada ribuan rakyat Israel seperti dirinya yang tidak mengkehendaki perang ini. 

"Saya ingin memperjelas: Mereka hanya 15 orang, sengsara dan miskin, sedangkan kami ribuan orang," 

"Mereka adalah orang-orang marginal ekstrem yang berpikir bahwa melalui kekerasan mereka akan membungkam kami, dan mereka salah," 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved