Senin, 13 April 2026

Berita Nasional

Netanyahu Didesak Dimakzulkan Usai Buat Israel Berantakan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu didesak agar dimakzulkan usai perang Iran berakhir. 

Editor: Desy Selviany
Istimewa
IRAN BURU NETANYAHU - Setelah menyasar infrastruktur Israel dan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, kini Angkatan Bersenjata Iran (IRGC) menyasar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

TRIBUNDEPOK - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu didesak agar dimakzulkan usai perang Iran berakhir. 

Desakan itu disampaikan oposisi Netanyahu, Yair Golan pada Sabtu (11/4/2026). 

Yair Golan mendesak agar rakyat Israel memakzulkan Netanyahu karena membuat Israel berantakan usai digempur Iran. 

Belum lagi kasus korupsi yang menjerat Netanyahu masih terkatung-katung di Pengadilan Israel

Menurutnya, gencatan senjata pekan lalu membuktikan bahwa Netanyahu telah gagal membawa Israel mencapai tujuan. 

Klaim-klaim kemenangan yang disampaikan Netanyahu menurut Golan sebagai bukti bahwa pemimpin diktator itu telah kalah dalam perang 44 hari ini. 

"Netanyahu berada di bawah tekanan, karena ia tahu bahwa tujuan perang belum tercapai," 

"Ketika kita menang dan menentukan, kita tidak perlu setiap beberapa hari menyatakan bahwa kita telah menang dan memutuskan," kata Golan. 

Oleh karena itu Golan mendesak agar Netanyahu segera dimakzulkan dari kursi Perdana Menteri Israel

"Sudah saatnya untuk mengirim dia dan pemerintahannya pulang," pesannya. 

Menurutnya, warga Israel berhak kembali ke situasi stabil seperti semula dan jauh lebih waras ketimbang saat ini. 

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan politik di dalam negeri. 

Ia dijadwalkan kembali menjalani sidang kasus korupsi pada Minggu (12/4/2026).
 
Dikutip dari Jerusalem Post, para pemimpin oposisi Israel menilai Netanyahu gagal mencapai tujuan perang setelah gencatan senjata dengan Iran diberlakukan. 

Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyatakan tujuan perang yang sebelumnya diumumkan belum tercapai. 

Menurut Bennett, Netanyahu telah menyesatkan publik mengenai hasil yang dapat dicapai dalam konflik tersebut. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved