Rabu, 22 April 2026

Berita Internasional

Bakal Disidang, Ini Penjelasan Lengkap Kasus Korupsi Netanyahu di Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bakal disidang kasus korupsi pada Minggu (12/4/2026).

Editor: Desy Selviany
Istimewa
IRAN BURU NETANYAHU - Setelah menyasar infrastruktur Israel dan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, kini Angkatan Bersenjata Iran (IRGC) menyasar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

TRIBUNDEPOK-Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bakal disidang kasus korupsi pada Minggu (12/4/2026). 

Persidangan Netanyahu yang sempat tertunda karena perang dengan Iran kembali dilanjutkan saat gencatan senjata berlaku. 

Pihak Iran sendiri berharap Netanyahu bisa dijebloskan ke penjara atas korupsi yang dituduhkan terhadapnya. 

Lalu bagaimana duduk perkara kasus korupsi Netanyahu?

Sebenarnya kasus korupsi Netanyahu sudah terkatung-katung sejak tahun 2019 atau 7 tahun lamanya.

Dimuat situs Israelypoliciforum kronologi korupsi Netanyahu berlangsung sedari tahun 2019.

Kasus korupsi yang menjerat Netanyahu dimulai sejak 21 November 2019.

Saat itu Perdana Menteri Netanyahu didakwa dengan tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. 

Kemudian Netanyahu pada tahun 2020 sudah dilarang mengangkat hakim atau legislasi yang dapat memengaruhi persidangan korupsi yang sedang dihadapinya.

Jaksa Agung saat itu, Avichai Mandelblit, mengajukan kasus tersebut ke Pengadilan Distrik Yerusalem pada 28 Januari 2020, memulai persidangan Netanyahu, yang masih berlangsung hingga saat ini.

Netanyahu sedang menjalani persidangan dalam tiga kasus:

Kasus pertama yakni Kasus 1000 (penipuan, pelanggaran kepercayaan).

Di kasus itu  Netanyahu dan anggota keluarganya diduga meminta dan menerima hadiah dari pengusaha Israel Arnon Milchan dan pengusaha Australia James Packer sebagai imbalan atas bantuan yang diberikan.

Kemudian kasus kedua disebut kasus 2000 (penipuan, pelanggaran kepercayaan).

Di kasus itu  Netanyahu diduga mencoba menerima kesepakatan suap dari penerbit Yediot Ahronot, Arnon Mozes, di mana Netanyahu akan mencoba membatasi peredaran Israel Hayom, sebuah publikasi saingan, sebagai imbalan atas pemberitaan yang menguntungkan di Yediot Ahronot.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved