Berita Internasional
Tanggapan Netanyahu Usai Ditinggal AS yang Pilih Gencatan Senjata dengan Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi gencatan senjata yang dipilih Amerika Serikat (AS) dalam perang bersama Iran.
TRIBUNDEPOK-Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi gencatan senjata yang dipilih Amerika Serikat (AS) dalam perang bersama Iran.
Pernyataan Netanyahu itu dimuat di akun X resmi PM Israel pada Rabu (8/4/2026) sesaat setelah pengumuman gencatan senjata.
Diketahui Iran dan Amerika Serikat telah menerima rencana untuk mengakhiri permusuhan yang dapat mulai berlaku pada hari Senin (6/4/2026) dan membuka kembali Selat Hormuz.
Kerangka kerja untuk mengakhiri permusuhan telah disusun oleh Pakistan dan dipertukarkan dengan Iran dan AS dalam semalam.
Proposal perdamaian itu memakai pendekatan dua tingkat dengan gencatan senjata segera diikuti dengan perjanjian komprehensif.
“Semua elemen perlu disepakati hari ini,” kata sumber tersebut.
Usai berita tersebut tersebar, Israel pun bereaksi atas perang tersebut.
Diketahui sebelumnya AS menyerang Iran atas bujukan Israel yang mengaku khawatir dengan pusat penelitian nuklir Iran.
Dalam keterangannya, Netanyahu disebut mendukung keputusan Presiden Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan tersebut.
Israel juga mendukung upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, negara-negara tetangga Arab Iran, dan dunia.
Israel juga menekankan sebelumnya Amerika Serikat telah menyatakan kepada Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini, yang merupakan tujuan bersama AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi yang akan datang.
Namun Israel memastikan akan tetap menyerang Lebanon dalam peperangan Timur Tengah kali ini.
“Gencatan senjata selama dua minggu tersebut tidak termasuk Lebanon,” tulis PM Israel.
Baca juga: Harga Emas Naik 1,75 Persen di Tengah Pengumuman Gencatan Senjata Iran Vs AS
Sebelumnya Iran mengatakan rencana 10 poinnya untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat akan mengharuskan Washington untuk menerima program pengayaan uraniumnya dan pencabutan semua sanksi.
Setelah mengklaim kemenangan, Republik Islam Iran dalam sebuah pernyataan yang dirilis bersamaan dengan daftar 10 poin yang diterbitkan oleh media pemerintah, mengatakan bahwa rencana tersebut akan membutuhkan “kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz, penerimaan pengayaan uranium, pencabutan semua sanksi primer dan sekunder.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/PM-Israel-Benyamin-Netanyahu-diburu-Iran.jpg)