Berita Nasional
Kata MUI Soal Perang Iran-AS Israel yang Sudah Berlangsung Sebulan
Majelis Umum Indonesia (MUI) buka suara perihal perang Iran Vs Amerika Serikat (AS) Israel yang berlangsung satu bulan lamanya.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Desy Selviany
Laporan wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir
TRIBUNDEPOK - Majelis Umum Indonesia (MUI) buka suara perihal perang Iran Vs Amerika Serikat (AS) Israel yang berlangsung satu bulan lamanya.
Diketahui perang tersebut menyeret sejumlah negara Arab lainnya karena Iran membalas serangan ke pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk Arab.
Terbaru Amerika Serikat merasa ditinggalkan sekutu Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) saat berperang dengan Iran.
Kekecewaan tersebut disampaikan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio setelah hampir satu bulan perang AS-Israel dengan Iran.
Perang dengan Iran sendiri di luar prediksi AS lantaran rezim Republik Islam tidak bubar setelah digempur pada Sabtu (28/2/2026) lalu.
Menanggapi hal itu, Ketua MUI Bidang Ukhuwah, KH Dr Muhammad Zaitun Rasmin, menilai dinamika tersebut setidaknya bisa dianggap sebagai sebuah peluang bagi umat islam di Timur Tengah.
Ia mengingatkan umat Islam tidak boleh menutup peluang kebaikan usai mendapat kabar AS ditinggalkan NATO dan meminta tetap waspada.
"Baru pertama kalinya Amerika ini berpisah dengan sekutu-sekutunya di Barat yang selama ini selalu menjadi pendukung utama dari Zionis Israel," ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Lebih lanjut Rasmin, konsep ajaran agama Islam dikatakan setiap kebaikan patut didukung, apalagi jika menyangkut perdamaian.
Kendati begitu, ia belum mengetahui siapa sosok atau negara mana yang bisa membawa perdamaian perang Iran Vs AS-Israel.
Baca juga: Harga Emas Antam 3 April 2026 Turun 2,22 Persen, Ini Stok Kios yang Masih Tersedia
"Walaupun kita menduga, kita kan enggak bisa memastikan, siapa yang bisa memastikan sekarang ini? Kan tidak ada, hanya Allah yang tahu," tegasnya.
Menurutnya, agama Islam selalu mengajarkan perdamaian tapi tidak lugu dan bodoh serta harus realistis.
Selama satu bulan ini, ia melihat negara islam menerima dinamika yang terjadi karena sebagai pilihan paling realistis.
"Sampai saat ini tidak ada reaksi keras dari Gaza menolak. Tidak ada. Saya berkomunikasi dengan mereka bahwa bagi mereka tidak terlalu penting hal-hal yang sifatnya bunga-bunga ini (mundurnya Nato dari AS). Mereka menunggu apa substansinya nanti," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Perang-Iran-vs-AS-dan-Israel.jpg)