Narkoba
JERNIH Bogor dan PMBB Laporkan Dugaan Oknum Wartawan Terlibat Peredaran Obat Terlarang ke Polisi
JERNIH Bogor dan PMBB Laporkan Dugaan Oknum Wartawan Rizwan Riswanto Terlibat Obat Terlarang ke Polisi
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh dugaan keterlibatan seorang oknum wartawan berinisial RR dalam jaringan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Bogor dan Depok.
Bukannya menjadi garda terdepan menyuarakan kebenaran, oknum tersebut justru diduga ikut andil merusak generasi bangsa.
Kasus yang awalnya mencuat dan viral melalui akun media sosial @om_matel62 ini sontak memicu gelombang kemarahan publik.
Baca juga: Viral Oknum Wartawan Diduga Jadi Bekingan Obat Terlarang Jalur Depok-Bogor, Ini Kata Polisi
Tidak sekadar riuh di dunia maya, sejumlah elemen masyarakat kini telah mengambil langkah hukum yang nyata.
Jaringan Aksi dan Harmonisasi Pemuda (JERNIH) Bogor bersama Perhimpunan Masyarakat Bogor Bergerak (PMBB) resmi melaporkan dugaan skandal ini ke berbagai tingkatan kepolisian.
Laporan tersebut dilayangkan ke Polres Bogor, Polres Metro Depok, Polda Jawa Barat, hingga Polda Metro Jaya.
Perwakilan JERNIH Bogor, Said, menegaskan bahwa langkah tegas ini adalah bentuk keresahan mendalam atas maraknya peredaran obat terlarang yang dinilai makin mengkhawatirkan.
“Ini bukan sekadar isu viral. Ini adalah alarm keras bagi kita semua. Jika benar ada oknum wartawan yang terlibat, maka ini bentuk pengkhianatan terhadap profesi dan masyarakat,” ujar Said saat dikonfirmasi pada Sabtu (28/3/2026).
Kekecewaan serupa juga disuarakan oleh perwakilan PMBB. Mereka menilai profesi jurnalis yang seharusnya memegang teguh integritas kini terancam rusak oleh ulah segelintir pihak.
“Wartawan memiliki kepercayaan publik. Ketika kepercayaan itu disalahgunakan, dampaknya sangat luas. Kami tidak ingin profesi ini tercoreng oleh ulah segelintir oknum,” tegasnya.
Elemen masyarakat menduga bahwa kasus ini berpotensi membongkar sindikat gelap yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, penanganan yang serius dari aparat penegak hukum sangat dinantikan.
“Kalau ini terbukti, maka ini bukan pelanggaran biasa. Ini bisa menjadi bagian dari jaringan terorganisir. Penegak hukum harus berani mengusut sampai ke akar-akarnya,” tambahnya.
Ancaman terbesar dari peredaran gelap ini jelas menyasar para generasi muda. JERNIH Bogor menyoroti betapa berbahayanya dampak zat-zat tersebut jika dibiarkan beredar bebas di wilayah Bogor dan Depok.
“Yang paling dirugikan adalah generasi muda. Obat-obatan terlarang menghancurkan kesehatan, merusak masa depan, bahkan bisa meningkatkan angka kriminalitas. Ini tidak bisa dibiarkan,” ungkap Said.
Publik kini menaruh harapan besar di pundak kepolisian. Masyarakat secara serentak mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan transparan tanpa ada istilah tebang pilih.
Oknum wartawan bekingin peredaran obar keras
Peredaran obat keras di Bogor
Obat Keras Cibinong
obat keras
| Oplas Wajah dan Ganti Paspor Negara Karibia, Bos Narkoba Pak Cik Diburu Bareskrim hingga Malaysia |
|
|---|
| Bongkar Jaringan Narkoba Kelas Kakap, BNN Gagalkan Peredaran Sabu di Kaltim dan Lombok |
|
|---|
| Penampakan Eks Kasat Narkoba Kutai Barat Pakai Baju Tahanan Bareskrim, Buntut Kasus Pencucian Uang |
|
|---|
| Gerebek Pajero Putih di Bogor, BNN Temukan 29 Kg Sabu, Oknum TNI Terlibat |
|
|---|
| Polres Depok Tangkap 41 Pengedar Obat Daftar G, Barbuk Capai Belasan Ribu Butir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Obat-Keras.jpg)