Selasa, 9 Juni 2026

Idulfitri 1447 Hijriah

Jadi Khatib Salat Id di Balai Kota Jakarta, Ma'ruf Amin Ingatkan Esensi Idulfitri

Jadi Khatib Salat Idulfitri di Balai Kota Jakarta, Ini Pesan Ma'ruf Amin

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
SALAT IDULFITRI 1447H - Wakil Presiden RI ke-13, KH Ma’ruf Amin menjadi khatib saat Salat Idulfitri 1447 H di Balai Kota Jakarta, Sabtu (21/3/2026).(Foto: Yolanda Putri Dewanti) 

Laporan Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Pagi yang cerah di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menyelimuti halaman Balai Kota Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Momen ini terasa istimewa karena menjadi momen perdana bagi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno (Bang Doel) melaksanakan Salat Idulfitri bersama jajaran pemerintah dan ribuan warga ibu kota.

Dengan mengusung tema 'Merajut Silaturahmi dalam Simfoni Kemenangan untuk Jakarta yang Fitrah', suasana khidmat makin terasa dengan hadirnya Wakil Presiden RI ke-13, KH Ma’ruf Amin, yang bertindak langsung sebagai khatib.

Baca juga: Bijak Atur Porsi Makan saat Lebaran, Guru Besar Gizi UI Ungkap Dampak Fatal Makan Berlebihan

Dalam khutbahnya, KH Ma'ruf Amin mengingatkan ribuan jemaah yang hadir tentang esensi sejati dari Idulfitri, yang bukan sekadar perayaan, melainkan puncak dari revolusi spiritual.

Pesan Kunci Khutbah KH Ma'ruf Amin

Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa Idulfitri adalah hari agung yang dipenuhi rasa syukur setelah umat Islam menjalani ibadah selama bulan Ramadan.

Ia mengingatkan bahwa takbir yang dikumandangkan bukan sekadar lantunan, melainkan simbol kemenangan rohani dan wujud rasa syukur kepada Allah.

Menurutnya, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan segala hal yang menjauhkan diri dari Allah. Karena itu, Idulfitri menjadi penanda kemenangan moral dan spiritual bagi setiap muslim.

Ma’ruf juga menekankan bahwa Idulfitri adalah momen kembali kepada fitrah, yakni kondisi hati yang bersih, jujur, dan damai.

Tradisi saling memaafkan, termasuk melalui halalbihalal, dinilai sebagai wujud nyata dalam mempererat ukhuwah dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, silaturahmi memiliki peran penting sebagai modal sosial dalam membangun peradaban.

Dengan terjalinnya hubungan yang baik antarindividu, akan lahir kepercayaan yang kemudian mendorong kerja sama dan kemajuan bersama.

Selain itu, Ma’ruf Amin menyoroti pentingnya solidaritas sosial yang terbangun selama Ramadan melalui zakat, infak, dan sedekah. 

Menurutnya, ajaran Islam tidak hanya menekankan kesalehan ritual, tetapi juga kesalehan sosial yang berkontribusi pada pemerataan ekonomi umat.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved