Jumat, 10 April 2026

Idulfitri 1447 Hijriah

Siap-siap! Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar Sore Ini, Lebaran Bakal Beda Hari?

Siap-siap! Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar Sore Ini, Lebaran Bakal Beda Hari?

Editor: Hironimus Rama
Istimewa
IDULFITRI 1447 HIJRIAH - Pelaksanaan salat Idulftri bagi umat muslim adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) sebagai penyempurnaan usai menjalankan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) RI dijadwalkan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah pada hari ini, Kamis (19/3/2026). 

Di tengah penantian umat Islam, potensi perbedaan penetapan hari raya kembali mengemuka tahun ini.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa sidang ini merupakan forum resmi yang menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) dari berbagai titik di Indonesia.

Baca juga: Daftar Lengkap 29 Lokasi Salat Idulfitri 1447 Hijriah Muhammadiyah Depok pada Jumat Besok

"Dalam pelaksanaannya, pemerintah tidak hanya mengandalkan satu sumber, tetapi mengombinasikan data hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) dari berbagai titik di Indonesia," kata Rokhmad kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Sejumlah lembaga seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut dilibatkan untuk memberikan data ilmiah terkait posisi hilal.

Selain itu, perwakilan organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga diundang guna memberikan pandangan masing-masing.

  • Berikut adalah rincian pelaksanaan Sidang Isbat sore ini:
  • Waktu: Kamis, 19 Maret 2026, mulai pukul 16.00 WIB.
  • Lokasi: Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta.
  • Pihak Terlibat: Kemenag, BMKG, BRIN, pakar astronomi, serta perwakilan ormas Islam (termasuk NU dan Muhammadiyah).

Potensi Perbedaan Hari Raya Idul Fitri

Tahun ini, umat Islam di Indonesia kemungkinan besar akan merayakan Idulfitri pada hari yang berbeda. Berdasarkan perhitungan awal, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama memperkirakan 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada 21 Maret 2026. 

Prediksi ini sejalan dengan hasil analisis dan pengamatan awal yang dilakukan oleh BMKG dan BRIN, yang menunjukkan bahwa posisi hilal kemungkinan belum memenuhi kriteria visibilitas pada 29 Ramadan.

Namun, perbedaan muncul dari Muhammadiyah yang telah lebih dulu menetapkan Idulfitri 1447 H pada 20 Maret 2026. 

Organisasi ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang tidak mensyaratkan terlihatnya hilal secara fisik, melainkan cukup berdasarkan posisi geometris bulan yang sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam.

Perbedaan penentuan awal Syawal ini bukan hal baru dalam praktik keagamaan di Indonesia.

Selama ini, perbedaan metode antara rukyat yang digunakan pemerintah dan NU, serta hisab yang digunakan Muhammadiyah, kerap menghasilkan penetapan hari raya yang tidak selalu seragam. 

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga toleransi dan saling menghormati perbedaan tersebut.

Sidang isbat sendiri akan diawali dengan pemaparan data astronomi, dilanjutkan dengan laporan hasil rukyat dari berbagai daerah, kemudian ditutup dengan musyawarah dan pengumuman resmi oleh Menteri Agama.

Keputusan inilah yang nantinya menjadi acuan bagi mayoritas umat Islam di Indonesia dalam merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved