Senin, 8 Juni 2026

Perang Iran vs Amerika Israel

Update Perang Iran vs Amerika-Israel: Adik Netanyahu Dilaporkan Tewas, Mojtaba Khamenei Terluka

UPDATE PERANG: Gelombang Rudal Khorramshahr Iran Hantam Israel, Adik Netanyahu Dilaporkan Tewas hingga Nasib Pemimpin Baru Iran

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Hironimus Rama
Istimewa
IRAN SERANG ISRAEL - Iran meluncurkan serangan rudal Khorramshahr ke Israel pada Senin (9/3/2026). 

3.Serangan Berdarah: Adik Netanyahu Dilaporkan Tewas, Ben-Gvir Kritis

Di tengah hujan rudal tersebut, sebuah kabar mengejutkan mengguncang panggung politik Israel. Sejumlah kanal informasi internasional, termasuk BRICS News, melaporkan bahwa rudal Iran berhasil menghantam kediaman keluarga Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Akibat serangan pada Senin (9/3/2026) tersebut, adik kandung PM Israel, Iddo Netanyahu—yang dikenal sebagai dokter dan penulis—dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tragisnya, serangan yang sama juga disebut mengenai anggota Knesset sayap kanan yang vokal, Itamar Ben-Gvir, yang dilaporkan menderita luka bakar parah akibat ledakan.

Jika kabar yang masih menunggu konfirmasi resmi dari kantor Perdana Menteri dan militer Israel ini terbukti benar, insiden ini akan menjadi pukulan politik dan psikologis yang sangat masif bagi kepemimpinan Benjamin Netanyahu.

4. Serangan Balasan Israel: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Terluka

Tak hanya Israel yang dilaporkan kehilangan tokoh penting. Gempuran balasan dari kubu AS dan Israel dikabarkan berhasil melukai Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei (yang tewas dalam serangan udara akhir Februari 2026 lalu).

Mojtaba telah ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan posisi mendiang ayahnya. Selama ini, ia dikenal memiliki kedekatan dengan elite militer dan kendali kuat di balik layar pemerintahan Iran.

Laporan terluka-nya Mojtaba menambah ketidakpastian stabilitas internal Iran. Pemerintah Teheran sejauh ini masih bungkam mengenai kondisi pasti Mojtaba maupun proses transisi kekuasaan resmi.

Hal ini membuktikan bahwa perang tak lagi hanya terjadi di udara, melainkan sudah menargetkan langsung para pengambil kebijakan tertinggi di kedua belah pihak.

Eskalasi konflik di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran global akan meletusnya Perang Dunia yang jauh lebih luas.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved