Berita Internasional
Iran Tantang AS Serang Lewat Darat, Pastikan Bakal Permalukan Trump
Iran menantang Amerika Serikat (AS) untuk coba meringsek ke Republik Islam tersebut melalui jalur darat setelah serangan jalur udara dianggap gagal.
Maka Al-Araji telah menghubungi Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Bagheri terkait pembatasan tersebut.
Araji menekankan bahwa Irak akan melanjutkan kontak diplomatiknya dengan berbagai pihak untuk meredakan ketegangan dan memastikan jalan menuju diplomasi.
Ia menyatakan bahwa Perdana Menteri Irak Mohammad Shia' al-Sudani telah memerintahkan para pejabat untuk sepenuhnya menghormati perjanjian keamanan Teheran-Baghdad, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan infiltrasi teroris ke Iran.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) juga telah meningkatkan kehadiran pasukan keamanan Peshmerga di sepanjang perbatasan dengan Iran.
Sementara itu, Bagheri mengatakan bahwa Iran telah memberitahu negara-negara pesisir Teluk Persia bahwa mereka belum dan tidak akan menyerang misi diplomatik, rumah sakit, ladang minyak, atau fasilitas sipil di Irak.
Sebelumnya dilaporkan CNN mata-mata Amerika Serikat (AS) CIA disebut sedang berupaya mempersenjatai pasukan Kurdi dengan tujuan memicu pemberontakan rakyat di Iran.
Menurut sumber-sumber tersebut, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah aktif berdiskusi dengan kelompok-kelompok oposisi Iran dan para pemimpin Kurdi di Irak tentang pemberian dukungan militer kepada mereka.