Minggu, 12 April 2026

Pelanggaran Lalu Lintas

Niat Liburan ke Ancol Bareng Pacar Berujung Sel, Sopir Calya Lawan Arus Ternyata Tak Punya SIM

Niat Liburan ke Ancol Bareng Pacar Berujung Sel, Sopir Calya Asal Sidoarjo Kini Jadi Tersangka, Ini Sosoknya.

Penulis: Ramadhan LQ | Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com
LAWAN ARUS - Kawasan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat tiba-tiba riuh dengan aksi ugal-ugalan dan lawan arah sebuah mobil Toyota Calya berwarna hitam saat jelang waktu berbuka puasa pada Rabu (26/2/2026). 

Laporan Ramadan L Q 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Aksi nekat Hafiz Mahendra (25), pengemudi Toyota Calya hitam, mengubah kawasan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, menjadi arena kejar-kejaran yang mencekam pada Rabu (25/2/2026) sore.

Pria asal Sidoarjo, Jawa Timur ini, memicu kericuhan saat waktu berbuka puasa dengan melawan arah dan menabrak sejumlah kendaraan.

Meski sempat diduga di bawah pengaruh zat terlarang, hasil tes urine menunjukkan HM negatif narkoba dan alkohol.

Baca juga: Viral Toyota Calya Lawan Arus di Gunung Sahari, Tabrak Warga hingga Temuan Senjata di Mobil

Hafiz mengaku aksi ugal-ugalannya dipicu oleh rasa panik yang luar biasa karena masalah kelengkapan surat berkendara.

“Saya enggak bawa SIM, enggak punya SIM sama enggak bawa STNK. Tadinya takut ditilang,” ujar Hafiz Mahendra di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa dirinya menempuh perjalanan jauh dari Surabaya menuju Karawang dan sempat berniat berwisata ke Ancol bersama kekasihnya.

Namun, ketidaktahuannya akan rute jalanan Jakarta justru berujung fatal. “Karena sudah lawan arah, sudah enggak bisa berhenti. Panik banget,” tambahnya.

Tembakan Peringatan 

Aksi berbahaya ini terekam jelas oleh kamera dasbor (dashcam) mobil patroli polisi. HM diketahui menerobos tiga ruas jalan: Jalan Gunung Sahari 5, Jalan Budi Utomo, dan Jalan Gunung Sahari Raya.

Bahkan, aparat kepolisian sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara karena pelaku terus bermanuver di tengah kepadatan lalu lintas.

Setelah berhasil dihentikan warga dan polisi di kawasan Kemayoran, fakta baru terungkap. Di dalam mobil berpelat nomor D-1640-AHB tersebut, polisi menemukan barang bukti yang kini diselidiki mendalam oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mengungkapkan adanya temuan empat pasang pelat nomor kendaraan yang berbeda, terdiri dari tiga pasang cadangan dan satu yang terpasang.

Selain itu, petugas juga menemukan dua senjata tajam dan satu senjata api mainan.

“Temuan-temuan yang lain kami limpahkan ke Reskrim Jakarta Pusat. Masih menunggu hasil pendalaman,” kata Komarudin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved