Minggu, 26 April 2026

Berita Nasional

Batang Hidung Bahar Smith Tak Terlihat Usai Jadi Tersangka

Batang hidung Habib Bahar bin Smith tidak terlihat usai ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan oleh Polres Metro Tangerang Kota. 

Editor: Desy Selviany

Hal selanjutnya ialah permintaan agar aparat kepolisian mengungkap kasus penganiayaan yang terjadi usai tablig akbar di Masjid Nurul Islam yang berlokasi pada Jalan Panglima Polim, Poris Plawad Utara, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten secara terang benderang 

Selain itu ia turut memprotes Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota yang memberi penangguhan penahanan terhadap tiga tersangka selain Bahar bin Smith.  

"Proses hukum yang berlaku kami ikuti dan hormati, karena keterangan korban pelakunya itu lebih dari 10 orang, jadi ya semua itu harus diberi hukuman," kata dia.

Lalu tiga tersangka yang sempat dilepaskan harus dimasukkan kembali ke dalam penjara, sebab kalau pelaku melakukan penangguhan penahanan, kami berpikirnya aneh-aneh ada apa yang terjadi di sana (dalam ruang pemeriksaan)," ungkapnya. 

Pernyataan terakhir yang disampaikan ialah memberi dukungan kepada Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari agar tidak ragu mengungkap seluruh pelaku yang terlibat.

Sementara itu Pihak Bahar Bin Smith menjelaskan kronologi penganiayaan yang membuat Bahar bin Smith dibui karena dugaan pengeroyokan. 

Kronologi penganiayaan itu diungkapkan ibunda Bahar bin Smith Isnawati Hasan. 

Isnawati Hasan melaporkan istri korban penganiayaan Fitri Yulita ke pihak Kepolisian karena dianggap melakukan penyebaran berita bohong.

Isnawati menilai kesaksian Fitri yang mengaku melihat langsung suaminya dikeroyok saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Cipondoh, Tangerang, tidak masuk akal.

Baca juga: Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota Banser, Dijerat Pasal Berlapis

Sebab kata Isnawati, jemaah laki-laki dan perempuan dipisah dan kejadian berlangsung pukul 00.30 WIB.

“Jamaah laki-laki dan perempuan dipisah, apalagi Fitri sedang hamil besar. Tidak mungkin dia berada di lokasi kejadian pukul 00.30 WIB,” ujar Isnawati, Senin (2/2/2026) seperti dimuat Tribunnews.com. 

Isnawati mengatakan bahwa anaknya Bahar bin Smith melakukan pembelaan karena matanya sempat dicolok oleh korban.

Sementara itu dari pihak korban Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Tangerang, Midyani menjelaskan kronologi kejadian.

Midyani mengatakan bahwa awalnya korban Rida menghadiri tabligh akbar di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten yang menghadirkan Bahar bin Smith sebagai penceramah.

Seperti dimuat TribunTangerang ceramah itu berlangsung Minggu (21/9/2025).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved