Senin, 8 Juni 2026

Bahan Bakar Minyak

Bobibos Bikin Sawah Jadi Sumber Energi, Ekonomi Petani Sejahtera

Bahan Bakar Alternatif Bobibos yang Diluncurkan pada November 2025 di Jonggol Bogor, Bikin Sawah Jadi Sumber Energi, Ekonomi Petani Sejahtera

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Hironimus Rama
Tribun Bekasi/Muhammad Azzam
SAWAH - Petani di Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!), bahan bakar alternatif berbasis jerami, menarik perhatian publik sejak diluncurkan bulan November lalu di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Jerami yang selama ini kerap dianggap limbah pascapanen dan bahkan dibakar di sawah, ditawarkan sebagai sumber energi baru.

Inisiator Green  Merah Putih Fauzan Rachmansyah menilai upaya dan usaha masyarakat Indonesia dalam menciptakan energi terbarukan merupakan usaha yang bagus. Apalagi dengan inovasi Bobibos.

Baca juga: Bukan dari Fosil, BBM BOBIBOS Terbuat dari Jerami, Tahun 2026 Siap Luncurkan Baterai Tanpa Disetrum

“Jerami bisa menjadi energi terbarukan itu memberikan dampak yang sangat positif,” kata Fauzan kepada wartawan, Senin (15/12/2025).

Dengan kehadiran Bobibos, masyarakat akan berbondong-bondong menanam padi.

"Padinya jadi beras dan dijual dan jeraminya yang selama ini para petani bingung mau diapakan bisa menjadi sesuatu nilai tinggi,” imbuhnya.

Tetapi, kata dia, ada juga petani yang memanfaarkan jerami untuk pakan sapi. 

"Jadi, jika dikelola dengan benar, pendekatan ini berpotensi mengurangi pencemaran udara, menambah nilai ekonomi limbah pertanian, serta membuka lapangan kerja di desa," paparnya.

Di sisi kebijakan, lanjut Fauzan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai cukup memberikan perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. 

Arah kebijakan yang menempatkan sustainability sebagai agenda penting membuka ruang bagi riset dan inovasi energi alternatif. 

“Semakin banyak pihak yang melakukan riset dan mencari solusi, semakin besar peluang Indonesia menemukan jalan keluar dari persoalan energi dan lingkungan,” ungkapnya. 

Senada dengan Fauzan, Pengamat otomotif Bebin Juana, menilai transisi energi merupakan keharusan strategis. 

Namun, keberhasilan energi alternatif tidak dapat ditentukan oleh popularitas atau uji coba semata, melainkan oleh kesiapan skala ekonomi, pasokan bahan baku, dan kemampuan memenuhi kebutuhan nasional.

"Minyak bumi pasti akan habis. Tapi mencari penggantinya tidak bisa sekadar berdasarkan tren. Energi alternatif harus layak secara ekonomi, bisa diproduksi massal, dan tidak membebani konsumen," ujar Bebin.

Bebin mencontohkan, Brazil berhasil menggunakan energi terbarukan karena mereka surplus tebu dan didukung kebijakan negara yang konsisten.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved