Sabtu, 6 Juni 2026

Kebakaran Cempaka Putih

Tragedi Terra Drone:Kebakaran Kantor Tewaskan 22 Karyawan, Damkar Hadapi Kendala Evakuasi

Tragedi Cempaka Putih:Kebakaran Kantor Tewaskan 22 Karyawan, Damkar Sempat Hadapi Kendala Evakuasi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ramadhan LQ | Editor: Hironimus Rama
Warta Kota/Ramadhan LQ
KEBAKARAN - Kebakaran melanda gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2025). 

Laporan Ramadhan LQ

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kebakaran hebat melanda gedung kantor Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) siang. 

Musibah yang terjadi saat jam makan siang ini menewaskan 22 karyawan dan menyisakan duka serta pertanyaan.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) mengungkap kesulitan berat dalam proses evakuasi yang turut mempengaruhi jumlah korban.

Baca juga: 20 Jenazah Korban Kebakaran Kantor Terra Drone Tiba RS Polri Kramat Jati, Satu Wanita Sedang Hamil

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menceritakan kronologi peristiwa kebakaran ini.

"Api pertama kali berkobar di lantai dasar gedung pada pukul 12.43 WIB," ujar Bayu Meghantara, di lokasi kejadian, Selasa (9/12/2025).

Meski berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam (pukul 13.41) dan tidak merambat luas, asap tebal yang menyebar ke lantai atas justru menjadi pembunuh utama.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, ada 22 orang yang meninggal dunia, 15 wanita dan 7 laki-laki. Seluruhnya adalah karyawan Terra Drone,” paparnya.

Sebagian besar korban ditemukan di lantai 3 dan 4 akibat menghirup asap tebal. Saat kejadian, diperkirakan ada 80 karyawan di dalam gedung.

"Tim berhasil menyelamatkan 19 orang," imbuhnya.

Kendala Evakuasi dan Dugaan Penyebab:

Bayu mengakui proses penyelamatan sangat menantang. Tim Damkar menghadapi kendala berat karena akses yang sulit.

“Kesulitannya terkait dengan evakuasi dari lantai atas. Jalur akses ke atas membutuhkan energi ekstra sehingga mempengaruhi jumlah korban,” jelasnya.

Jenis bahan bakar api juga diduga memperparah keadaan.

“Penyebab ledakan baterai lithium yang ada di kantor masih dalam penyelidikan,” tambah Bayu, merujuk pada dugaan bahwa baterai jenis tersebut memperburuk kebakaran.

Upaya pemadaman awal telah dilakukan dengan lima unit APAR sebelum damkar tiba. Petugas Damkar juga sempat mengalami luka ringan selama operasi penyelamatan. 

"Penyebab pasti kebakaran masih diteliti lebih lanjut," tandas Bayu.

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved