Kamis, 16 April 2026

Kebakaran Cempaka Putih

Keluarga Korban Kebakaran Kecewa Minimnya Perhatian Perusahaan, Ini Kata Terra Drone

Keluarga korban kebakaran di Terra Drone menyatakan kekecewaan karena perusahaan tidak menyampaikan dukacita.

Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
KEBAKARAN TERRA DRONE -Keluarga korban kebakaran di Terra Drone, Mochamad Apriyana, menyatakan kekecewaan karena perusahaan tidak menyampaikan dukacita dan belum memberikan hak-hak almarhum, sekaligus menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan pekerja, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

Laporan Ichwana Mutuah Mico & Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GUNUNG SINDUR – Duka atas kepergian Mochamad Apriyana (40) dalam kebakaran Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), kini berubah menjadi kekecewaan mendalam bagi keluarganya.

Tidak hanya karena kehilangan, tetapi juga karena sikap perusahaan yang dinilai mengabaikan tanggung jawab dan kepedulian.

Dari kediaman duka di Gunung Sindur, Bogor, Rabu (10/12/2025), Imam Suwondo, mertua korban, menyuarakan kepedihan yang dirasakan keluarga.

Baca juga: Masih Ingat Tatapan Terakhirnya: Duka dan Ketegaran Istri Korban Kebakaran Terra Drone di Bogor

"Yang membuat saya sakit adalah tidak nampak dari pihak perusahaan yang menemui keluarga. Tidak ada satu pun kalimat dukacita," ujar Imam dengan suara bergetar kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).

Ketiadaan kontak atau ungkapan simpati dari manajemen Terra Drone itu, menurutnya, menunjukkan sikap acuh tak acuh yang sangat menyakitkan di tengah nestapa yang mereka alami.

Namun, kekecewaan itu tidak berhenti di situ. Imam Suwondo mengungkapkan fakta lain yang memperburuk keadaan. Meski telah bekerja selama tujuh bulan di perusahaan tersebut, putra menantunya itu belum mendapatkan hak dasarnya sebagai pekerja: BPJS Ketenagakerjaan.

"Selama tujuh bulan bekerja di situ, almarhum belum mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sangat menyakitkan bagi kami,” tegas Imam.

Temuan ini menambah beban keluarga dan memunculkan pertanyaan tentang kepatuhan perusahaan terhadap perlindungan tenaga kerja.

Imam Suwondo berharap perusahaan segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan seluruh hak almarhum.

Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya perbaikan sistem keselamatan kerja agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

“Tolong, hak-hak almarhum diselesaikan dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” pinta lelaki paruh baya itu.

Ia juga mengingatkan, tragedi ini bukan hanya soal kehilangan materi, tetapi telah meninggalkan dampak besar yang mendalam bagi kedua anak yatim Apriyana.

"Tragedi ini meninggalkan dampak besar bagi anak-anaknya, sekaligus menjadi pengingat: keselamatan pekerja dan tanggung jawab perusahaan harus benar-benar diperhatikan," tutupnya dengan nada prihatin.

Keluarga kini menunggu tindak lanjut dan sikap yang lebih manusiawi dari Terra Drone, sembari berusaha kuat menghadapi hidup tanpa sang pencari nafkah.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved