Berita UI
Berkaca pada Bencana Sumatera, Rektor UI Berharap Izin Konversi Hutan Dikaji Ulang
Berkaca pada Bencana Sumatera, Rektor UI Heri Hermansyah Berharap Izin Konversi Hutan Perlu Dikaji Ulang
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Terjadinya peristiwa banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera pada penghujung November lalu membuktikan adanya kerusakan alam di wilayah penyangga air.
Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah berharap, pemerintah bisa mereview kembali izin konversi hutan untuk keperluan komersial.
Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya bencana serupa pada masa yang akan datang.
Baca juga: Rektor UI Prof Heri Hermansyah Guncang Southeast Asia Forum 2025: Indonesia–China Satukan Inovasi
“Pemerintah perlu mereview kembali izin konversi hutan terutama di wilayah yang merupakan aliran air/penyangga air saat curah hujan tinggi,” kata Heri dalam keterangannya, dikutip Senin (8/12/2025).
Heri menyebutkan bencana yang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat semakin menegaskan perlunya menjaga kelestarian hutan dari kerusakan.
Hal tersebut, menurut Heri, terlihat dari banyaknya kayu gelondongan yang terbawa saat banjir bandang terjadi.
“Peristiwa di tiga provinsi itu merupakan gabungan dua hal yaitu cuaca yang kurang bersahabat dan kerusakan alam,” tegasnya.
Selain itu, tambah Heri, pemerintah harus secara tegas melarang adanya pembalakan liar di wilayah hutan.
“Namun yang juga penting adanya penegakan hukum atas pelanggaran tersebut tanpa tebang pilih,” ungkapnya
Heri mencontohkan apa yang dilakukan di Jawa Barat dalam mencegah terulangnya peristiwa banjir yang terjadi awal tahun ini.
Pemerintah daerah berupaya merapikan aliran air, menjaga hutan supaya kembali lestari, mereview aktivitas di hutan/resapan air dari aktivitas komersial dan menumbuhkan kearifan lokal.
“Semua itu dilakukan untuk menjaga kesetimbangan alam. Hal ini dapat dieskalasi di wilayah remote yang saat ini kena bencana,” paparnya.
Heri menambahkan, para akademisi UI dapat membantu pemerintah mereview kembali policy dan regulasi terkait izin konversi hutan yang ada.
“Kita bisa membantu mendorong akselerasi strategi reforestasi utk menjaga hutan dan isinya lestari,” jelasnya.
Heri mengungkapkan, UI sangat peduli dengan kelestarian lingkungan yang ada di sekelilingnya.
“Kita sendiri saat ini memiliki Hutan Kota tropis yang tumbuh alami selama 30 tahun sejak memindahkan kampus utamanya ke Depok,” pungkasnya. (m38)
| 15 Mahasiswa FH UI Resmi Diskors Akibat Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik |
|
|---|
| Guru Besar UI Bongkar Rahasia Penting agar UMKM Selamat dari Kebangkrutan Era Digital |
|
|---|
| Harumkan UI pada Kejuaraan Taekwondo di Jepang, Titan Averous Raih Medali Emas Meski Cedera Lutut |
|
|---|
| Rembug Pangan, FOI Kumpulkan Puluhan Peneliti hingga Guru Besar Lintas Universitas di UI |
|
|---|
| Guru Besar UI Minta Indonesia Tidak Negosiasi Langsung dengan Israel soal Penyanderaan WNI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Rektor-UI-Heri-Hermansyah-tentang-Bencana-Sumatera.jpg)