Kamis, 4 Juni 2026

Berita UI

Berkaca pada Bencana Sumatera, Rektor UI Berharap Izin Konversi Hutan Dikaji Ulang 

Berkaca pada Bencana Sumatera, Rektor UI Heri Hermansyah Berharap Izin Konversi Hutan Perlu Dikaji Ulang 

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy
REKTOR UI - Rektor UI Heri Hermansyah berharap siap mendukung pemerintah jika ingin mereview kembali izin konversi hutan. (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy)  

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Terjadinya peristiwa banjir bandang dan longsor di tiga  provinsi di Sumatera pada penghujung November lalu membuktikan adanya kerusakan alam di wilayah penyangga air.  

Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah berharap, pemerintah bisa mereview kembali izin konversi hutan untuk keperluan komersial.

Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya bencana serupa pada masa yang akan datang.

Baca juga: Rektor UI Prof Heri Hermansyah Guncang Southeast Asia Forum 2025: Indonesia–China Satukan Inovasi

“Pemerintah perlu mereview kembali izin konversi hutan terutama di wilayah yang merupakan aliran air/penyangga air saat curah hujan tinggi,” kata Heri dalam keterangannya, dikutip Senin (8/12/2025).

Heri menyebutkan bencana yang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat semakin menegaskan perlunya menjaga kelestarian hutan dari kerusakan. 

Hal tersebut, menurut Heri, terlihat dari banyaknya kayu gelondongan yang terbawa saat banjir bandang terjadi. 

“Peristiwa di tiga provinsi itu merupakan gabungan dua hal yaitu cuaca yang kurang bersahabat dan kerusakan alam,” tegasnya.

Selain itu, tambah Heri, pemerintah harus secara tegas melarang adanya pembalakan liar di wilayah hutan. 

“Namun yang juga penting adanya penegakan hukum atas pelanggaran tersebut tanpa tebang pilih,” ungkapnya

Heri mencontohkan apa yang dilakukan di Jawa Barat dalam mencegah terulangnya peristiwa banjir yang terjadi awal tahun ini. 

Pemerintah daerah berupaya merapikan aliran air, menjaga hutan supaya kembali lestari, mereview aktivitas di hutan/resapan air dari aktivitas komersial dan menumbuhkan kearifan lokal.

“Semua itu dilakukan untuk menjaga kesetimbangan alam. Hal ini dapat dieskalasi di wilayah remote yang saat ini kena bencana,” paparnya.

Heri menambahkan, para akademisi UI dapat membantu pemerintah mereview kembali policy dan regulasi terkait izin konversi hutan yang ada. 

“Kita bisa membantu mendorong akselerasi strategi reforestasi utk menjaga hutan dan isinya lestari,” jelasnya.

Heri mengungkapkan, UI sangat peduli dengan kelestarian lingkungan yang ada di sekelilingnya. 

“Kita sendiri saat ini memiliki Hutan Kota tropis yang tumbuh alami selama 30 tahun sejak memindahkan kampus utamanya ke Depok,” pungkasnya. (m38) 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved