Senin, 8 Juni 2026

Berita Bogor

Usai Dihantam Banjir, Pengembang Perumahan di Jonggol Bogor Perkuat Tanggul dan Bikin Rumah Pompa

Usai Dihantam Banjir, Pengembang Perumahan di Jonggol Bogor Perkuat Mitigasi Bencana

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Hironimus Rama
Istimewa/Hironimus Rama
BANJIR - Usai diterjang banjir pada Jumat (31/10/2025) lalu, pengembang perumahan Grand Harmoni Indah di Desa Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memperkuat langkah mitigasi bencana dengan membuat tanggul permanen. Foto: Dok. Grand Harmoni Indah 

Laporan wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JONGGOL - Usai diterjang banjir pada Jumat (31/10/2025) lalu, pengembang perumahan Grand Harmoni Indah di Desa Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memperkuat langkah mitigasi bencana.

Fran, Project Manager Grand Harmoni Indah, mengatakan pihaknya melakukan sejumlah langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satunya adalah dengan memperkuat tanggul.

"Meski tanggul sementara telah kembali berdiri, kami menyiapkan rencana mitigasi permanen untuk mencegah banjir serupa," kata Fran di Jonggol, Rabu (3/13/2025).

Baca juga: Jonggol, Sukamakmur dan Cigudeg Jadi Pusat Pertumbuhan Baru di Kabupaten Bogor, Ini Alasananya

Untuk memperkuat tanggul permanen, pengembang telah memanggil sejumlah ahli geoteknik untuk melakukan kajian struktur di sepanjang bantaran sungai.

“Perkuatan tanggul akan dilakukan ketika musim kemarau dimana debit air akan lebih rendah dan cuaca lebih kering dan stabil," ujarnya.

Kalau dipaksa sekarang, lanjut Fran, resikonya dapat memperlemah struktur karena curah hujan dan debit air sungai masih tinggi.

"Untuk perkuatan tanggul akan dilakukan kajian dengan tenaga ahli terkait. Proses kajian ini disebut ibarat diagnosa medis, agar solusi yang diambil tepat sasaran dan aman secara jangka panjang," paparnya.

Langkah mitigasi lainnya yang dilakukan pengembang Grand Harmoni Indah adalah merencanakan pembangunan rumah pompa (pump house).

"Rumah pompa ini berfungsi mengalirkan limpahan air dari water pond ke sungai ketika debit meningkat," jelas Fran.

Konsep ini sejalan dengan rekomendasi Kementerian PUPR dan praktik mitigasi banjir di sejumlah kota, termasuk Jakarta, yang mengandalkan kombinasi kolam retensi dan pompa air.

Pengembang Grand Harmoni Indah juga akan mengoptimalisasi water pond / kolam retensi

"Water pond yang berfungsi sebagai penampung sementara akan ditingkatkan kapasitasnya," beber Fran. 

Model ini sejalan dengan standar yang sering direkomendasikan BMKG dan Pemkab Bogor dalam penataan kawasan rawan banjir.

"Kami yakin langkah mitigasi struktural seperti perkuatan tanggul dan rumah pompa dapat menciptakan sistem perlindungan jangka panjang bagi permukiman," ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved