Selasa, 9 Juni 2026

Kriminalitas Karawang

Pegawai Minimarket Korban Pembunuhan Curhat Pelaku Pinjam Uang dan Paksa Antar ke Rumah

Yayah (53), ibu pegawai minimarket korban pembunuhan rekan kerjanya sendiri di Karawang, Jawa Barat, menyebut pelaku Heryanto (27) berbohong.

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
Tribun Bekasi
MINTA DIHUKUM MATI- Yayah (53) ibu Pegawai minimarket Dina Oktaviani (21) yang tewas dibunuh rekan kerjanya sendiri saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Banyusari Karawang, pada Sabtu (11/10/2025). Ia meminta pelaku dihukum mati. Foto: TribunBekasi/M. Azzam 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KARAWANG- Yayah (53), ibu pegawai minimarket korban pembunuhan rekan kerjanya sendiri di Karawang, Jawa Barat, menyebut pelaku Heryanto (27) berbohong.

Pelaku berbohong soal curhat asmara hingga anaknya Dina Oktaviani (21) meminta bantuan dipertemukan orang pintar agar bisa melupakan mantan pacarnya.

"Itu semua bohong, engga benar apa yang dikatakan pelaku," katanya saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Banyusari, Karawang pada Sabtu (11/10/2025).

Baca juga: Ibu Korban Pembunuhan di Karawang Bantah Anaknya Cari Orang Pintar, Minta Pelaku Dihukum Mati

Yayah menerangkan, ia terakhir bertemu anaknya pada Sabtu (4/10/2025) saat pulang ke rumah.

Ketika itu, anaknya hendak kembali ke kosannya sehabis magrib meminta dibawakan buah mangga yang ada di pohon halaman rumahnya.

"Ketemu terakhir Sabtu habis magrib sebelum kembali ke kosan. Cuman dia kan videoin mangga mau bawa mangga buat temennya ngerujak di toko," jelasnya.

Setelah itu anaknya pulang dan ketika sampai di kosan langsung mengirimkan pesan whatsapp bahwa sudah sampai.

"WA terakhir pas pulang itu, saling kabar kalau sudah sampai kosan pukul 19.35 WIB," katanya.

Yayah melanjutkan, anaknya pada hari minggu masih bekerja dan sebelum pukul 17.00 WIB sudah sampai dikosan.

Bahkan pada senin paginya handphonenya masih online. Namun, ketika sore hari sudah tidak bisa dihubungi.

"Soal tempat kerjanya engga pernah cerita apapun, cuman pernah si pelaku bajingan itu pinjam uang cuman sama dina mau di tf engga boleh maunya diantar langsung," imbuhnya.

Untuk itu dia meyakini pelaku pembunuhan anaknya sudah merencanakan perbuatannya. Terkait pengakuan soal curhat asmara dan permintaan dipanggil orang pintar itu bohong.

"Kalau masalah putus iya tapi kalau masalah mencari ke tempat-tempat seperti itu bohong besar," katanya.

Untuk itu ia meminta agar pelaku dapat dihukum setimpal. Pasalnya, ia meyakini pelaku telah merencanakan aksi pembunuhan anaknya tersebut.

Sumber: Tribun bekasi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved