Senin, 4 Mei 2026

Depok Hari Ini

Depok Segera Bangun Pabrik Sampah Raksasa 1.000 Ton, Target Operasi Tahun 2027

Depok Segera Punya Pabrik Sampah Raksasa 1.000 Ton, Target Operasi Tahun 2027, TPA Cipayung Bakal Pensiun?

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy
TPA CIPAYUNG - Aktivitas memulung sampah di TPA Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS – Masalah sampah di Kota Depok yang kerap menjadi sorotan akhirnya menemui titik terang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tengah tancap gas menyiapkan pabrik pengolahan sampah berkapasitas fantastis, yakni 1.000 ton per hari.

Pabrik yang berlokasi di kawasan TPA Cipayung ini diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk menekan beban sampah yang sudah overload sekaligus mengurangi ketergantungan pada TPPAS Nambo.

Baca juga: Tindaklanjuti Instruksi Presiden Prabowo, Wali Kota Depok Libatkan Sekolah Atasi Masalah Sampah

Target PKS Rampung Februari

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengungkapkan bahwa saat ini proses kerja sama dengan PT BSA selaku calon mitra sudah memasuki tahap krusial.

“Untuk PT BSA, MoU sudah. Saat ini kita sedang memproses drafting Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ujar Reni seperti dikutip dari berita.depok.go.id, Rabu (25/02/26).

Penyusunan PKS ini tidak dilakukan sembarangan. Pemkot Depok terus melakukan koordinasi ketat dengan kementerian terkait untuk memastikan aspek legalitas dan teknologi.

“Kami berkoordinasi terkait substansi KSDPKC (Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga) dengan Kementerian Dalam Negeri. Sudah ada tim yang ke sana,” jelas Reni.

Libatkan Akademisi UI untuk Hitung Biaya

Satu hal yang menarik, Pemkot Depok menggandeng Universitas Indonesia (UI) untuk memastikan skema pembiayaan proyek ini transparan dan logis.

“Kami sedang meminta bantuan dari UI untuk menghitung kembali tipping fee yang ditawarkan calon mitra. Angka yang ditawarkan itu layak tidak? Kebesaran, kekecilan, atau sudah cukup?” katanya.

Selain itu, konsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga dilakukan guna mendapatkan penguatan terkait alat yang digunakan, mengingat adanya potensi keterkaitan dengan kegiatan ekspor.

Beroperasi Tahun Depan

Jika semua berjalan sesuai rencana, wajah TPA Cipayung akan mulai berubah total setelah Lebaran tahun ini. Reni menyebut pembangunan fisik pabrik ini akan memakan waktu sekitar enam bulan.

“Target kami PKS selesai bulan ini, akhir Februari. Setelah itu, groundbreaking dilakukan setelah Lebaran,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved