Pembunuhan
Pembunuhan Bocah di Bekasi, Polisi Belum Mendapati Adanya Kemungkinan Korban Lain
Penyisiran tersebut, lanjut Firdaus, juga turut melibatkan seekor anjing pelacak (K9) dari tim Dit Samapta Polda Metro Jaya
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BANTARGEBANG - Kasua pembunuhan bocah 9 tahun berinisial GH oleh DS (61) di wilayah Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang masih terus dilakukan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah ada korban lainnya yang dibunuh DS.
Hasil itu ditemui usai jajaran Polres Metro Bekasi Kota melakukan penyisiran dan pengecekan kembali di lokasi jasad DS ditemukan.
“Kami melakukan kegiatan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang kelima hari ini, terkait indikasi adanya korban lain ini kami sudah melakukan pencarian dengan gali satu titik yang kami menduga semen baru, kami sudah melakukan penggalian sedalam lebih kurang setengah meter lebih namun tidak ditemukan (korban lain),” kata Firdaus, Selasa (4/6/2024).
Baca juga: PPDB Depok Viral, Titik Koordinat SMPN 27 Kota Depok Ada di Tengah Laut Seberang Benua Afrika
Penyisiran tersebut, lanjut Firdaus, juga turut melibatkan seekor anjing pelacak (K9) dari tim Dit Samapta Polda Metro Jaya.
Anjing berjenis Malinois Belgia dengan nama Miko berusia satu tahun enam bulan itu, sebelumnya sudah menyisir di setiap ruang dan sudut lokasi kejadian.
Penyisiran dilakukan dengan pola kerja dari anjing pelacak ini dilakukan dengan mengendus kebiasaan atau langkah korban dan tersangka sehari-hari.
Baca juga: Anak Dicabuli Suami 50 Kali dan Melarang Untuk Melapor, Polisi Periksa Ibu di Cipayung
Disaksikan juga anjing dengan warna bulu perpaduan hitam dan cokelat itu lebih sering menghampiri kamar tersangka.
Kemudian berkeliling dan berjalan ke kamar mandi, dilanjut melintas ke titik lubang yang dalamnya satu meter di dalam rumah.
Diakhir pengecekannya, anjing tersebut melintas ke bagian belakang rumah yang merupakan lokasi korban ditemukan.
“Nah hasil dari tadi kegiatan tim lain atau anjing pelacak belum menemukan juga adanya indikasi korban lain,” jelasnya.
Baca juga: Cerai dari Idham Mase, Catherine Wilson Minta Nafkah Rp 800 Juta, Ditolak Pengadilan Agama Depok
Selain masih mencari upaya untuk memastikan ada atau tidaknya korban lain, pihak kepolisian juga akan menyelidiki lebih luas apakah ada tersangka lainnya yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Diberitakan sebelumnya, GH sempat diberitakan hilang dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
GH hilang sejak Jumat (31/5/2024) siang dan baru ditemukan pada Minggu (2/6/2024) dengan kondisi meninggal dunia terbungkus karung berukuran 50 Kilogram (Kg) dengan berada di dalam liang tanah kedalaman lebih kurang dua meter. (m37)
| PPDB Depok Viral, Titik Koordinat SMPN 27 Kota Depok Ada di Tengah Laut Seberang Benua Afrika |
|
|---|
| Anak Dicabuli Suami 50 Kali dan Melarang Untuk Melapor, Polisi Periksa Ibu di Cipayung |
|
|---|
| Syarat Buat SIM di Indonesia Ditambah, Pemohon Harus Ikut Jaminan Kesehatan Nasional |
|
|---|
| Polres Jaktim Dalami Ibu Kandung yang Larang Anaknya Lapor Polisi Usai Dicabuli Ayah Tiri |
|
|---|
| Ayah Tiri Cabuli Tiga Anaknya Sejak 2018, Sang Ibu Enggan Melapor karena Takut Menjanda Dua Kali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Kasat-Reskrim-Polres-Metro-Bekasi-Kota-AKBP-Muhammad-Firdaus-TKP-pembunuhan.jpg)