Kriminalitas
Diduga Akibat Cinta Segitiga, Seorang Wanita Dibunuh di Sentul dan Jenazahnya Dibuang ke Ciamis
Indriana adalah korban pembunuhan berencana, otak pembunuhan adalah sepasang kekasih berinisial DA dan DP, yang dibantu seorang pria berinisial MR
Penulis: Rendy Rutama | Editor: murtopo
Laporan wartawan Wartakotalive.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JATINEGARA - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar mengungkap dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan bernama Indriana di Kota Banjar, Jawa Barat.
Mayat perempuan terbungkus selimut tersebut ditemukan pengendara sepeda yang mencium bau busuk di pinggir tebing Jalan Raya Banjar-Cimaragas Ciamis, Kota Banjar, pada Minggu, 25 Februari 2024.
Indriana adalah korban pembunuhan berencana, otak pembunuhan adalah sepasang kekasih berinisial DA dan DP, yang dibantu seorang pria berinisial MR sebagai eksekutor.
Indriana dibunuh di Jalan Bukit Pelangi Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (21/2/2024) malam atau empat hari sebelum jasad ditemukan.
Baca juga: Polisi akan Libatkan Ahli Penguji Kebohongan dalam Kasus Pembunuhan Dante, Anak Tamara Tyasmara
Korban Indriana Dewi Eka Saputri merupakan warga RT 6 RW 14 kelurahan Cipinang Besar Utara, kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Menurut Ketua RT 6 RW 14 kelurahan Cipinang Besar Utara, kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, yakni Eko Sudiyanto mengatakan pihak keluarga hancur perasaan hatinya dan sedih setelah mengetahui informasi meninggalnya Indriana.
Eko Sudiyanto menilai bahwa Indriana ialah sosok anak yang baik.
Selain itu juga dinilainya sebagai perempuan yang pekerja keras.
“Intinya pekerja keras itu anak (Indriana),” ujarnya.
Baca juga: Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Perempuan di Tambora Ditemukan Wajahnya Sudah Rusak
Diketahui semasa hidupnya Indriana mempunyai keinginan untuk membelikan sebuah rumah untuk ibu kandungnya.
Sejak masih berusia belasan tahun, Indriana bersama orangutanya dan seorang kakak pria tinggal di sebuah kontrakan dengan berukuran lebih kurang 5x3 meter dan berada persis di gang kecil.
“Saya dapat informasi dari keluarganya dan juga atasan tempat kantornya bahwa ada tabungan untuk beliin ibunya rumah, sampai terakhir almarhumah hidup pun rutin nabung, ada tabungannya itu,” kata Eko saat ditemui WartaKota, Minggu (3/3/2024).
Eko menuturkan, tabungan yang sudah dimiliki Indriana pun sudah mencapai puluhan juta rupiah.
Hanya saja setelah kejadian yang telah menimpa almarhumah, Eko mengungkapkan belum mengetahui akan dialihkan atau difungsikan seperti apa tabungan tersebut.
“Tabungan itu beneran ada, jumlahnya kira-kira Rp 40 juta, itu setahu saya ya, tapi setelah kejadian ini tidak tahu juga gimana kelanjutannya,” tuturnya. (m37)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ilustrasi-korban-pembunuhan.jpg)