Berita Universitas Indonesia
Mahasiswa UI Bikin Inovasi, Serat Rami untuk Beton Ramah lingkungan
Dalam penelitiannya, Maidina menyoroti potensi serat rami yang diproses menjadi benang 2 ply dan 3 ply untuk memperkuat beton lentur.
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: murtopo
Laporan wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Maidina, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Program Doktor Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik (FT), memanfaatkan serat rami terpintal sebagai tulangan alternatif beton lentur ramah lingkungan.
Serat rami komoditas serat alam potensial di Indonesia saat ini lebih banyak dimanfaatkan untuk tekstil, kerajinan tangan, dan tali-temali, dibandingkan bahan konstruksi.
Padahal, serat rami berpeluang besar sebagai material konstruksi yang ramah lingkungan.
Oleh karena itu, dalam penelitiannya, Maidina menyoroti potensi serat rami yang diproses menjadi benang 2 ply dan 3 ply untuk memperkuat beton lentur.
Baca juga: Mahasiswa UI Raih Prestasi di London, Raih Best Student Paper STR Conference 2025
Ia menemukan bahwa serat rami 3 ply menunjukkan performa struktural terbaik, dengan kuat tarik rata-rata mencapai 123,34 MPa dan elongasi hingga 30,87 persen.
Bahkan, peningkatan deformasi lentur beton yang diperkuat serat ini mencapai 27,29 persen.
Selain itu, ia menganalisis degradasi serat setelah pembenaman dalam beton selama 84 hari.
Hasil analisis mikrostruktur, FTIR, dan TGA menunjukkan adanya interaksi kimia antara serat dan semen yang menyebabkan penurunan sifat mekanis serat secara bertahap.
Meski demikian, serat rami 3 ply dengan diameter 4–7 mm memperlihatkan ketahanan yang menjanjikan, terutama untuk aplikasi non-struktural, seperti panel dinding, trotoar, atau elemen arsitektural dekoratif.
Baca juga: Bikin Bangga, 2 Mahasiswa UI Raih Predikat Terbaik Ajang Pilmapres LLDIKTI Wilayah III 2025
Maidina berharap temuannya ini dapat membuka peluang besar untuk diterapkan dalam industri konstruksi, khususnya untuk mendukung program pembangunan ramah lingkungan di Indonesia.
“Serat rami yang tersedia melimpah secara lokal bisa menjadi bahan alternatif untuk memperkuat beton pada proyek-proyek yang tidak membutuhkan struktur berat, seperti jalan lingkungan, elemen taman kota, hingga komponen modular pada perumahan rakyat,” kata Maidina dalam keterangannya, dikutip Jumat (18/7/2025).
“Potensi ini sejalan dengan tren global dalam penggunaan material terbarukan untuk mengurangi jejak karbon industri konstruksi,” sambungnya.
Berkat penelitiannya, Maidina meraih gelar Doktor Teknik dengan predikat Sangat Memuaskan dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92.
Baca juga: Mahasiswa UI Jawara di IPFEST 2025, Usung Pemanfaatan Gas Suar Bakar dan Limbah Padat Jadi Energi
Ia tercatat sebagai doktor ke-81 dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, sekaligus doktor ke-613 di FTUI, setelah mengikuti sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Yanuar, M.Eng., M.Sc.
| Mahasiswa UI Raih Prestasi di London, Raih Best Student Paper STR Conference 2025 |
|
|---|
| UI Kerjasama dengan Gaziantep University Turki, Hadirkan Pendidikan Inklusif dan Berdampak Global |
|
|---|
| Bikin Bangga, 2 Mahasiswa UI Raih Predikat Terbaik Ajang Pilmapres LLDIKTI Wilayah III 2025 |
|
|---|
| Mahasiswa UI Teliti Ketahanan Koperasi saat Hadapi Krisis, Ini Hasil Temuannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Mahasiswa-Program-Doktor-FT-UI-Maidina-meneliti-serat-rami-sebagai-material-beton-ramah.jpg)