Sabtu, 6 Juni 2026

Kabupaten Bogor

Tarif Ojol Direncanakan Naik 15 Persen, Ini Kata Driver di Bogor

Menurut pengemudi ojol asal Bojonggede Bogor, tarif ojol sekarang memang masih kurang menguntungkan buat driver. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
KENAIKAN TARIF OJOL - Arif (33), driver ojek online di Bojonggede, Kabupaten Bogor, saat ditemui di Cibinong pada Rabu (2/7/2025). Sebagian driver ojol di Kabupaten Bogor setuju dengan wacana kenaikan tarif ojol dari Kemenhub. 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Rencana Kementerian Perhubungan menaikkan tarif ojek online (ojol) sebesar 15 persen didukung oleh pengemudi (driver) ojol di Bogor.

Arif (33), pengemudi ojol asal Bojonggede, mendukung tarif ojol dinaikkan jika berdampak pada kesejahteraan driver.

"Bagus sih sebenarnya rencana itu kalau dampaknya sampai ke driver. Kalau tarif naik tetapi tidak berdampak ke penghasilan driver, sama saja bohong," kata Arif di Cibinong, Selasa (2/7/2025).

Menurutnya, tarif ojol sekarang memang masih kurang menguntungkan buat driver. 

"Tarif saat ini kurang mendukung peningkatan kesejahteraan driver. Apalagi ada persaingan antara aplikator untuk menarik kustomer melalui promo," ucapnya.

Baca juga: Pengemudi Ojol di Bogor Pilih Tidak Ikut Demo di Jakarta, Ini Alasannya

Arif mengungkapkan pihaknya belum mendapat informasi dan sosialisasi terkait kenaikan tarif ojol ini.

"Kami belum dapat info dari aplikator. Teman-teman di group WhatsApp juga tidak membicarakan hal ini. Biasanya kalau sudah ramai di media, baru kita diskusikan," ucapnya.

Sementara Erick (35), pengemudi ojol asal Cibinong, mengaku tidak setuju jika tarif ojol dinaikan.

"Kenaikan itu tidak usahlah karena nanti pengguna ojol berkurang. Seharusnya yang harus dibasmi itu potongan yang tidak jelas," tuturnya.

Pria yang kerap mangkal di depan Cibinong City Mall (CCM) ini mengungkapkan kenaikan tarif itu bukan untuk kepentingan driver tapi buat aplikator. 

Baca juga: Tarif Hemat Mencekik, Driver Ojol di Depok Iwe: Enggak Masuk Akal Jarak 2 Km Rp5 Ribu 

"Kalau tidak menguntungkan kita buat apa? Nanti costumer terbebani dan imbasnya ke kita juga. Mau order, nanti mereka komplain. Kalau sudah mahal jadinya tidak mau order ke kita," beber Erick.

Dia mengungkapkan kenaikan tarif itu tidak berpengaruh terhadap pendapatan driver ojol.

"Dampaknya untuk customer doang. Pihak aplikator naikin, itu belum tentu masuk ke kita," tandasnya. 

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan rencana kenaikan tarif ojek online sebesar 8 persen-15 persen.

Rencana kenaikan tarif ini masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final. 

"Mengenai pemberitaan kenaikan tarif ojek online 8-15 persen, ini masih dalam tahap kajian mendalam. Artinya, ini belum berupa keputusan final, prosesnya masih banyak, masih panjang," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (2/7/2025).

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved