Selasa, 14 April 2026

Iran VS Israel

Donald Trump Berang Diberitakan Amerika Gagal Serang Pusat Nuklir Iran

Donald Trump menyebut pemberitaan yang memuat pernyataan Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat tanpa nama tersebut merupakan berita sampah. 

Editor: murtopo
Twitter/X
DONALD TRUMP BERANG -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump berang dengan laporan berita yang menyebtukan bahwa Amerika gagal serangan ke situs nuklir Iran.  

TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencak-mencak dengan laporan berita yang menyebtukan bahwa Amerika gagal serangan ke situs nuklir Iran

Donald Trump menyebut pemberitaan yang memuat pernyataan Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat tanpa nama tersebut merupakan berita sampah. 

Hal itu diungkapkan Donald Trump usai melakukan pertemuan dengan Nato pada Selasa (24/6/2025). 

Donald Trump membantah laporan CNN yang menyebut Amerika Serikat gagal merusak situs nuklir Iran.

Menurut Donald Trump, laporan CNN sepenuhnya berita palsu. 

Baca juga: Donald Trump Kesal, Israel dan Iran Tidak Nurut dan Langgar Gencatan Senjata yang Diserukannya

Politisi Partai Republik itu menyebut CNN hanya ingin menjatuhkannya.

Namun kata Donald Trump, media tersebut justru tengah menjatuhkan militer Amerika Serikat dalam pengeboman situs nuklir Iran.

Sehingga Trump mendesak media tersebut meminta maaf kepada para prajurit yang terlibat dalam penyerangan nuklir Iran

Bahkan Trump memaki media tersebut dan menyebutnya akan dikutuk masyarakat Amerika Serikat.

Sebelumnya diberitakan bahwa Gedung Putih mengamuk ke Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat yang membocorkan kegagalan serangan ke situs nuklir Iran

Sebelumnya CNN mendapatkan informasi bahwa serangan ke tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) gagal.

Baca juga: Ternyata Netanyahu yang Memohon ke Donald Trump untuk Dilakukan Gencatan Senjata

Informasi dari sumber yang terpercaya dari Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat itu menyebut bahwa hanya terjadi kerusakan kecil dari serangan militer Amerika Serikat tersebut. 

Sebab cadangan uranium yang diperkaya milik Iran tidak hancur. Pun dilaporkan sentrifus tersebut sebagian besar masih "utuh".

Disebutkan serangan itu hanya menghambat program nuklir Iran beberapa bulan saja hingga kerusakan bisa diperbaiki. 

Pernyataan sumber informasi tersebut berbeda dengan klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaku berhasil menghancurkan tiga situs nuklir Iran. 

Baca juga: Setelah Iran Serang Pangkalan AS di Qatar, Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved