Senin, 13 April 2026

Iran VS Israel

Indonesia Disebut Jadi Negara Paling Aman Bila Terjadi Perang Dunia Ketiga

Indonesia dipetakan sebagai salah satu negara paling aman apabila perang dunia ketiga terjadi.

Editor: murtopo
instagram @seasia.stats
NEGARA TERAMAN BILA TERJADI PD III -- Konflik yang terus terjadi di wilayah Timur dunia membuat banyak negara tegang. Pasalnya, tersiar isu akan pecahnya perang dunia ke-3. Indonesia menjadi salah satu negara yang dianggap aman apabila perang dunia 3 terjadi. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PALMERAH — Konflik yang terus terjadi di wilayah Timur dunia membuat banyak negara tegang. Pasalnya, tersiar isu akan pecahnya perang dunia ke-3.

Melansir laman meconomictimes.com, Selasa (24/6/2025), ada peringatan keras kepada negara-negara Barat dari Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, terkait pengabaian Barat terhadap Piagam PBB berisiko menyeret dunia ke dalam kekacauan dan dapat menyebabkan pecahnya Perang Dunia Ketiga. 

“Dunia ini tidak akan menjadi tempat yang damai dan ketertiban akan tergantikan oleh ‘kekacauan total yang dapat menyebabkan Perang Dunia 3'," kata Lavrov dikutip dari meconomictimes.com, Selasa.

Lavrov juga menyampaikan pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin bahwa negaranya itu tidak berniat mengisolasi diri dari negara-negara tetangganya.

"Mereka adalah tetangga kami,” kata Putin diungkap Lavrov.

Baca juga: Qatar Kutuk Serangan Iran ke Pangkalan AS Al-Udeid, Klaim Tak Ada Korban Luka dan Kerusakan

IRAN SERANG PANGKALAN MILITER AS -- Iran membalas serangan Amerika yang baru-baru ini merusak fasilitas nuklirnya, Minggu (22/6/2025) dengan meluncurkan rudak ke pangkalan militer AS di Qatar yang merupakan negara yang menjadi penampung prajurit AS terbesar di Timur Tengah dengan lebih dari 8.000 tentara ditempatkan, terutama di Al-Udeid.
IRAN SERANG PANGKALAN MILITER AS -- Iran membalas serangan Amerika yang baru-baru ini merusak fasilitas nuklirnya, Minggu (22/6/2025) dengan meluncurkan rudak ke pangkalan militer AS di Qatar yang merupakan negara yang menjadi penampung prajurit AS terbesar di Timur Tengah dengan lebih dari 8.000 tentara ditempatkan, terutama di Al-Udeid. (Tribun Network)

Sementara itu, dalam perkembangan terkini saat konflik Israel-Iran pecah, mantan Presiden Rusia dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia saat ini, Dmitry Medvedev, mengklaim bahwa beberapa negara bersiap memasok hulu ledak nuklir ke Iran.

Hal itu menyusul serangan udara Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran, Minggu (22/6/2025) pagi.

Dalam serangkaian unggahan di X, Medvedev mengkritik serangan AS terhadap situs di Isfahan, Natanz, dan Fordow, dengan alasan bahwa serangan tersebut gagal mencapai tujuannya dan justru memperkuat tekad Iran.

Baca juga: Qatar Sebut Bisa Tangkal 18 Rudal Iran yang Dilesatkan ke Pangkalan AS Al Udeid

“Apa yang dicapai Amerika dengan serangan malam hari mereka terhadap tiga situs nuklir di Iran?” tanya Medvedev.

Ia menyatakan bahwa infrastruktur penting dari siklus bahan bakar nuklir tampaknya tidak terpengaruh atau hanya mengalami kerusakan kecil .

Selain itu, Medvedev menyampaikan bahwa pengayaan bahan nuklir— prodiksi senjata nuklir di masa depan—akan terus berlanjut.

TANGKAL SERANGAN IRAN -- Qatar melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal-rudal yang dilesatkan Iran ke pangakalan militer AS di Qatar dan mengutuk serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya.
TANGKAL SERANGAN IRAN -- Qatar melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal-rudal yang dilesatkan Iran ke pangakalan militer AS di Qatar dan mengutuk serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya. (Tribun Network)

Medvedev juga memperingatkan, “Sejumlah negara siap secara langsung memasok Iran dengan hulu ledak nuklir mereka sendiri,” meskipun ia tidak menyebutkan negara mana yang dimaksud.

Ia menggambarkan serangan tersebut sebagai konsekuensi tak terduga yang secara politik memperkuat rezim Iran.

“Rakyat berkumpul mendukung kepemimpinan spiritual negara, termasuk mereka yang sebelumnya acuh tak acuh atau bahkan menentangnya," pungkas Medvedev.

Baca juga: Tanggapi Perang Iran-Israel, Pengamat UI Sarankan Pemerintah Indonesia Berpihak pada Perdamaian

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved