Iran VS Israel
Amerika Serang Fasilitas Nuklir Iran, Badan Tenaga Atom Internasional Diam
Penyerangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pun mendapatkan kecamatn keras dari Organisasi Energi Atom Iran (AEOI).
TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Amerika Serikat telah melangar Perjanjian Pengamanan dan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) usai menyerang fasilitas nuklir Iran.
Pasalnya fasilitas nuklir Iran disetujui oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Penyerangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pun mendapatkan kecamatn keras dari Organisasi Energi Atom Iran (AEOI).
Dimuat Al Mayedeen, Minggu (22/6/2025) AEOI menyebut agresi tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, khususnya Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
Menurut pernyataan tersebut, Amerika Serikat telah secara terbuka mengakui perannya dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, baik melalui operasi dunia maya maupun pernyataan publik oleh presidennya.
Baca juga: Iran Pasang Poster Petinggi Militer yang Tewas Akibat Serangan Israel
Situs-situs yang menjadi sasaran, ditegaskannya, berada di bawah pengawasan terus-menerus oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) berdasarkan Perjanjian Pengamanan dan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT).
AEOI mengkritik IAEA atas apa yang digambarkannya sebagai ketidakpedulian dan bahkan keterlibatan dalam menghadapi pelanggaran ini.
Keheningan lembaga tersebut, menurut Teheran, berkontribusi pada iklim pelanggaran hukum internasional.
Baca juga: Ini Ramalan SBY Soal Kondisi Dunia Setelah Pecahnya Perang Iran Vs Israel
Pernyataan tersebut berupaya meyakinkan publik Iran bahwa, terlepas dari "rencana jahat" musuh, kemajuan industri nuklir negara itu, yang dibangun atas pengorbanan para martir nuklirnya, akan terus berlanjut.
Pernyataan tersebut mengaitkan kemajuan yang mantap ini dengan ketahanan dan dedikasi ribuan ilmuwan dan spesialis revolusioner Iran.
AEOI menyatakan niatnya untuk mengambil semua langkah yang diperlukan, termasuk tindakan hukum, untuk membela hak-hak rakyat Iran dan menegakkan kedaulatan Iran dalam menghadapi serangan ini.
Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (21/6/2025) mengumumkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir utama Iran di Natanz, Isfahan, dan Fordo, lalu mengeklaim situs nuklir rahasia di Fordo hancur.
"Sejumlah muatan penuh bom dijatuhkan di Fordo. Fordo sudah lenyap," tulis Trump di media sosial Truth Social miliknya.
"Iran sekarang harus setuju untuk mengakhiri perang ini," tambahnya dengan huruf kapital.
Kepada Fox News, ia menyebutkan bahwa enam bom penghancur bunker dijatuhkan di Fordo, sedangkan 30 rudal Tomahawk ditembakkan ke dua lokasi lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Amerika-Serikat-menyerang-fasilitas-nuklir-Iran.jpg)