Kesehatan
Ternyata Air Kelapa dan Rebusan Daun Alpukat Bisa Cegah Batu Ginjal, Ini Penjelasannya
Ternyata Air Kelapa dan Rebusan Daun Alpukat Bisa Cegah Batu Ginjal. Hal ini Disampaikan Pakar Biomedis IPB University, Dr Rini Madyastuti Purwono.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Pakar Biomedis IPB University, Dr Rini Madyastuti Purwono mengungkapkan, batu ginjal menempati urutan ketiga dalam masalah sistem urinari, dan kasusnya cenderung berulang dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun setelah kejadian pertama.
Keberulangan kasus ini menjadikan manajemen pencegahan sebagai langkah yang harus diprioritaskan.
Ia menyebutkan bahwa ukuran massa batu ginjal yang besar dapat menyebabkan nyeri hebat bahkan hingga pingsan akibat obstruksi (penyumbatan) di saluran urin.
Baca juga: Anak Nakal Tak Cukup Dikirim ke Barak Militer, Ini Kata Nur Islamiah Psikolog IPB University
Batu ginjal terbentuk dari akumulasi massa kristal dalam kondisi jenuh yang berlangsung lama di sistem urinari.
Kristal ini dapat mengandung berbagai senyawa organik maupun anorganik seperti kalsium, magnesium, fosfat, dan sel-sel yang luruh.
Proses pembentukan batu ginjal atau urolithiasis sangat kompleks yang melibatkan ketidakseimbangan antara agen promotor seperti hiperkalsiuria, hiperfosfatemia, dan hipomagnesemia, serta faktor pH urin yang memengaruhi jenis batuan yang terbentuk.
Baca juga: 17.969 Peserta Ikuti UTBK SNBT di IPB University, Ini Jadwal dan Lokasinya
Suasana asam, cenderung membentuk batu kalsium oksalat, sementara suasana basa memicu terbentuknya batu jenis struvite, biasanya terkait dengan infeksi.
Air Kelapa Cegah Batu Ginjal
Dalam penelitian terbaru, air kelapa terbukti memiliki potensi besar sebagai agen alami pencegahan pembentukan batu ginjal.
Air kelapa mengandung magnesium, fosfat, kalium, sitrat, dan antioksidan yang berperan aktif dalam menghambat proses nukleasi hingga agregasi kristal penyusun batu ginjal.
“Magnesium dalam air kelapa mampu bersaing dengan kalsium untuk membentuk magnesium oksalat yang lebih mudah larut. Fosfat juga membantu membentuk senyawa yang larut, mencegah kristal membesar,” terang Dr Rini yang juga sebagai dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University.
Baca juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, IPB Kembangkan Padi Varietas IPB 9G di Pamijahan Bogor
Ia menambahkan, kandungan kalium dan sitrat dalam air kelapa dapat membantu mengubah suasana urin dari asam menjadi basa, yang menguntungkan dalam pencegahan batu ginjal tipe kalsium oksalat.
Selain itu, efek diuretik dari air kelapa meningkatkan volume urin sehingga mengencerkan konsentrasi mineral pembentuk batu.
Dalam uji praklinik yang dilakukan menggunakan hewan coba, pemberian air kelapa secara ad libitum menunjukkan hasil signifikan.
Parameter seperti kadar Blood Urea Nitrogen (BUN) dan kreatinin menurun, kerusakan nefron lebih rendah, serta tidak ditemukan endapan kristal dalam tubulus ginjal.
| Tips Menghilangkan Bulu Agar Hasil Lebih Maksimal dan Tahan Lama |
|
|---|
| APINDO, Brawijaya Hospital Depok dan BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Perlindungan Pekerja |
|
|---|
| JKN PBI Dinonaktifkan, Kantor BPJS Kesehatan Depok Membeludak, Pasien Cuci Darah Kebingungan |
|
|---|
| Burnout Perawat dan Ancaman Terhadap Keselamatan Pasien |
|
|---|
| Kanker Serviks: Luka Sunyi Perempuan Indonesia, HerLens dan AI: Mengubah Keraguan Menjadi Kepastian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Dr-Rini-Madyastuti-IPB.jpg)