Kesehatan
Kenali Radang Usus Buntu, Ini Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Radang usus buntu yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan infeksi menyebar ke rongga perut dan membahayakan nyawa.
Terlebih, anak-anak juga cenderung lebih sulit mendeskripsikan sakit yang ia rasakan.
Beberapa gejala usus buntu pada bayi anak hingga 5 tahun, antara lain mual, muntah, dakit perut, diare, dan demam.
Baca juga: Ngobrol Sehat bareng Awak Media, Dokter Spesialis Eka Hospital Depok Kupas Penanganan GERD
Penyebab radang usus buntu
Sumbatan di usus buntu yang terinfeksi adalah penyebab utama radang usus buntu.
Usus buntu terletak di ujung kanan bawah usus besar. Ukurannya yang kecil membuat sisa makanan atau sisa pencernaan lebih mudah masuk ke dalamnya.
Saat terjadi sumbatan, bakteri yang memang sudah hidup di usus akan berkembang biak dengan lebih cepat dan menyebabkan infeksi.
Ada beberapa hal yang membuat Anda lebih berisiko memiliki sumbatan dan menginfeksi usus buntu:
- Batu apendiks. Ini adalah sisa feses yang mengeras dan terjebak di lubang usus buntu. Ini dapat membuat bakteri berkembang biak dan menginfeksi usus buntu.
- Hiperplasia limfoid. Kelenjar limfe di usus buntu yang bertugas sebagai sistem imun dapat membengkak akibat infeksi yang mungkin terjadi di bagian tubuh lain. Ini bisa menyebabkan infeksi pada usus buntu.
- Kolitis. Peradangan pada usus besar (kolon) atau penyakit radang usus juga bisa menyebabkan peradangan dan infeksi pada usus buntu.
- Tumor. Meskipun jarang terjadi, tumor dapat tumbuh di dalam usus buntu dan menyebabkan radang usus buntu.
- Infeksi parasit. Jika parasit menyumbat sebagian lubang usus buntu maka peradangan usus buntu dapat terjadi.
Selain penyebab di atas, biji-bijian dari makanan yang kita makan, seperti biji cabai atau biji dari buah-buahan mungkin saja bisa berisiko tersangkut di usus buntu dan menyebabkan peradangan. Akan tetapi, kejadiannya sangat jarang.
Diagnosis
Bila Anda datang ke dokter dengan keluhan sakit perut, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dulu, termasuk memeriksa perut Anda.
Untuk memastikan, dokter bisa merekomendasikan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Tes darah lengkap
- Tes urine
- CT scan atau USG abdomen
Hasil pemeriksaan sel darah putih yang cukup tinggi bisa mengindikasikan adanya infeksi.
Pengobatan
Tidak semua kasus apendisitis harus menjalani operasi. Jika baru berada di tahap awal, dokter mungkin hanya akan memantaunya.
Namun, dokter mungkin akan menganjurkan konsumsi antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri meluas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Dokter-Spesialis-Bedah-Umum-Eka-Hospital-Depok-dr-Koespriyandito.jpg)