Rabu, 22 April 2026

Kriminalitas

3.599 Orang Ditangkap selama Operasi Berantas Jaya 2025 di Jabodetabek

Kombes I Ketut Gede Wijatmika, menyampaikan, ribuan orang yang ditangkap ini terlibat dalam berbagai aksi premanisme.

Penulis: Ramadhan LQ | Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Ramadhan L Q
BERANTAS PREMANISME - Sebanyak 3.599 orang diamankan Polda Metro Jaya beserta jajaran Polres dan Polsek dalam Operasi Berantas Jaya 2025 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 9 hingga 23 Mei 2025. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SEMANGGI - Sebanyak 3.599 orang diamankan Polda Metro Jaya beserta jajaran Polres dan Polsek dalam Operasi Berantas Jaya 2025 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 9 hingga 23 Mei 2025.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Metro Jaya, Kombes I Ketut Gede Wijatmika, menyampaikan, ribuan orang yang ditangkap ini terlibat dalam berbagai aksi premanisme.

“Sebanyak 3.599 orang kami amankan selama operasi berlangsung. Dari jumlah itu, 3.251 orang dibina dan 348 orang ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Wijatmika, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/5/2025).

Dari jumlah yang dibina, sebanyak 59 orang ditangani langsung Polda, sedangkan 3.192 orang oleh jajaran Polres.

Baca juga: Marak Kasus Premanisme Dilakukan Oknum Ormas, 8 Ormas di Depok Tandatangani MOU Jaga Kondusifitas

Sementara itu, dari total tersangka, 83 orang ditetapkan oleh Polda dan 265 orang oleh jajaran Polres.

Selama operasi, polisi menangani 251 kasus kriminal, di antaranya pemerasan sebanyak 115 kasus, pengeroyokan 21 kasus.

Lalu penganiayaan 29 kasus, pencurian dengan pemberatan 54 kasus, pencurian dengan kekerasan 8 kasus, penggunaan senjata tajam 24 kasus.

"Dalam operasi ini, kami tetapkan 56 orang premanisme berkedok ormas, dengan rincian Ormas PP 31 orang, FBR 10 orang, 11 orang dari Trinusa, hingga masing-masing 1 orang dari GRIB dan Gibas," ucapnya.

Wijatmika yang juga menjabat sebagai Kepala Perencanaan dan Pengendalian Operasi (Karendal Ops) Operasi Berantas Jaya 2025 itu mengatakan ada tiga tersangka premanisme berkedok sebagai debt collector ilegal, yakni satu orang dari Toyota Astra Finance dan dua orang dari FIF Group.

Baca juga: Kapolres Bogor Instruksikan Anggotanya Tindak Tegas Premanisme, Ini Sasarannya

Polisi juga menertibkan 1.801 atribut ormas, seperti spanduk dan bendera, yang terpasang di ruang publik tanpa izin.

Dalam operasi ini, petugas menyita 372 barang bukti, antara lain 93 bilah senjata tajam, 89 unit sepeda motor, 4 unit mobil, 147 unit telepon genggam.

Berikutnya ada 1 unit laptop, 2 lembar karcis pungutan liar, 20 kartu tanda anggota ormas, 6 jaket seragam ormas, 9 sertifikat kaderisasi ormas, dan 1 rekening BCA serta uang tunai senilai Rp85.247.500.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, operasi ini merupakan komitmen Polda Metro Jaya untuk berikan perlindungan terbaik kepada masyarakat.

"Ingatkan jajaran untuk tidak ragu-ragu. Respons cepat setiap keluhan aduan masyarakat, walaupun Operasi Pemberantasan Preman berakhir 23 Mei," ucap Ade Ary. (m31)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved