Persija Jakarta
Ada Permasalahan Internal di Persija, Ketum Jakmania Berharap Segera Diselesaikan
Diky menambahkan, merujuk kepada pernyataan Gustavo Almeida beberapa waktu lalu, tidak disebutkan bahwa problem utama Persija.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM - Persija Jakarta sedang dirundung permasalahan internal yang sedikit banyak berpengaruh pada performa skuad Macan Kemayoran di lapangan.
Masalah internal di tim tersebut juga diungkapkan oleh striker mereka Gustavo Almeida.
Gustavo Almeida, blak-blakan menyebut jika rekan setimnya mengalami beberapa masalah internal.
Kesulitan itu, menurut Gustavo, juga berdampak terhadap permainan Persija di beberapa laga terakhir.
Bomber asal Brasil ini mengungkapkan hal tersebut usai Persija mengalahkan PSIS Semarang 2-0, di Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Rabu (5/3/2025).
Baca juga: Gustavo Almeida Sebut Rekan Setimnya Alami Masalah Internal, Ada Apa dengan Persija Jakarta?
Maslah internal yang dialami Persija tersebut tentunya menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Ketua Umum The Jakmania Diky Soemarno.
Diky mengungkapkan, setiap mendengar adanya persoalan di internal Persija, dirinya selalu berkomunikasi kepada tiga pihak. Yaitu, pemain, manajer, dan manajemen.
"Di situ saya langsung meminta untuk segera menyelesaikannya agar tidak terjadi masalah lain atau masalah yang lebih buruk. Dan, mereka, khususnya manajer dan manajemen, bilang bahwa akan segera diselesaikan," ujar Diky.
Diky menambahkan, merujuk kepada pernyataan Gustavo Almeida beberapa waktu lalu, tidak disebutkan bahwa problem utama Persija adalah finansial. Diky menilai persoalan Persija adalah mental.
Baca juga: Kehilangan 2 Pemain Intinya, Persija Jakarta Harus Kerja Keras di Kandang Madura United
"Sebab, saat itu, dalam lima pertandingan, Persija nggak pernah menang setelah sebelumnya empat game menang berturut-turut," terangnya.
Meski demikian, Diky terus membangun komunikasi dengan Persija. Berdasar komunikasi tersebut, pemain, manajer, dan manajemen mengatakan bahwa memang terdapat masalah.
Dan, saat ini, segala persoalan tersebut sedang coba untuk diselesaikan. Baik masalah teknis maupun nonteknis.
"Terkait masalah finansial, kalau saya pribadi sih nggak kaget. Sebab, musim ini, Persija cuma empat kali main di Jakarta International Stadium (JIS). Itu pun nggak full house," tegas Diky.
Baca juga: Bandingkan dengan Stadion Patriot Candrabhaga, Carlos Pena Tegaskan JIS Venue Terbaik untuk Persija
"Persija sekali full house saat melawan Persib Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga. Sisanya bisa kehitung sendiri jumlah income Persija dari tiket. Dari merchandise pun nggak terlalu banyak. Makanya, store Persija pindah ke tempat yang lebih kecil. Dari sponsor juga kayaknya seret. Orang kayaknya juga sedikit yang bikin kartu tabungan Jtrust Persija," imbuh Diky.
Diky menilai seluruh pendukung Persija sebenarnya bisa berkontribusi untuk membantu tim kebanggaannya. Caranya beragam.
| Kehilangan 2 Pemain Intinya, Persija Jakarta Harus Kerja Keras di Kandang Madura United |
|
|---|
| Era Naturalisasi, Pelatih Persija Carlos Pena: Saingan Rizky Ridho dan Ferarri Berat di Timnas |
|
|---|
| Bandingkan dengan Stadion Patriot Candrabhaga, Carlos Pena Tegaskan JIS Venue Terbaik untuk Persija |
|
|---|
| Persija Kalah dari Arema FC, Carlos Pena Sebut Stadion Patriot Candrabhaga Tak Layak untuk Liga 1 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Skuad-Persija-Jakarta-usai-mengalahkan-PSIS-Semarang.jpg)