Senin, 8 Juni 2026

Dugaan Korupsi

Pertamina Pastikan Tidak Oplos Pertamax, Hanya Tambahkan Zat Aditif

PT Pertamina Patra Niaga mengakui adanya proses penambahan zat aditif pada BBM jenis Pertamax sebelum didistribusikan ke SPBU.

Tayang:
Editor: murtopo
Dok.Pertamina
KLARIFIKASI PERTAMINA - Pertamina mulai tanggal 1 April 2022 menaikan harga Pertamax (RON 92) dari Rp 9.000 menjadi Rp 12.500 - Rp 13.000 di seluruh wilayah Indonesia. PT Pertamina Patra Niaga mengklarifikasi terkait dugaan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dengan Pertamax di hadapan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Rabu (26/2/2025). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA PT Pertamina Patra Niaga mengklarifikasi terkait dugaan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dengan Pertamax di hadapan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Rabu (26/2/2025).

Pelaksana Tugas Harian (Pth) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengungkapkan bahwa PT Pertamina Patra Niaga mengakui adanya proses penambahan zat aditif pada BBM jenis Pertamax sebelum didistribusikan ke SPBU.

Ega mengatakan bahwa pihaknya menerima BBM dalam bentuk RON 90 dan RON 92 dan tidak ada perubahan RON.

Kata Ega, setiap produk yang diterima Pertamina telah melalui uji laboratorium guna memastikan kualitas BBM tetap terjaga hingga ke SPBU.

“Setelah kita terima di terminal, kami juga melakukan rutin pengujian kualitas produk. Nah, itu pun kita terus jaga sampai ke SPBU,” ungkap Ega seperti dilansir dari Kompas.com.

“Kami berkomitmen dan kami berusaha memastikan bahwa yang dijual di SPBU untuk RON 92 adalah sesuai dengan RON 92, yang RON 90 sesuai dengan RON 90,” ujarnya.

Sementara untuk Pertamax Ega mengakui ada tambahan aditif dan proses penambahan warna.

“Di Patra Niaga, kita terima di terminal itu sudah dalam bentuk RON 90 dan RON 92, tidak ada proses perubahan RON. Tetapi yang ada untuk Pertamax, kita tambahan aditif. Jadi di situ ada proses penambahan aditif dan proses penambahan warna,” ujar Ega seperti dilansir Kompas.com.

Baca juga: Dugaan Kasus Pertalite Dioplos Jadi Pertamax, Presiden Prabowo : Lagi Diurus, Kami Bersihkan

Ega menekankan bahwa proses injeksi tersebut adalah proses umum dalam industri minyak.

Tujuannya utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas produk.

“Meskipun sudah dalam RON 90 maupun RON 92, itu sifatnya masih best fuel, artinya belum ada aditif,” ucap Ega.

Ega memastikan bahwa penambahan zat aditif yang dilakukan, bukan berarti terjadi pengoplosan Pertamax dengan Pertalite.

“Ketika kita menambahkan proses blending ini, tujuannya adalah untuk meningkatkan value daripada produk tersebut,” kata Ega.

“Jadi best fuel RON 92 ditambahkan aditif agar ada benefitnya, penambahan benefit untuk performance dari produk-produk ini,” sambungnya.

Baca juga: Dugaan Pengolposan BBM Pertalite Jadi Pertamax Bikin Warga Kecewa

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved