Kamis, 4 Juni 2026

Berita Jakarta

Warga Mengeluh Jembatan Kali Ciliwung Penghubung Cililitan dan Rawajati Ditutup Permanen

Jembatan kali penghubung antara Jalan Rawajati, Jakarta Selatan ke Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur ditutup oleh aparat gabungan.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Miftahul Munir
JEMBATAN RAWAJATI - Siti pedagang warga Cililitan Jakarta Timur mengaku kesulitan untuk beraktivitas lantaran jembatan penghubung ke arah Rawajati, Jakarta Selatan ditutup permanen. Siti tidak bisa berbelanja kebutuhan warungnya karena agen tempat ia biasa membeli ada di Rawajati, Jakarta Selatan. Foto diambil Minggu (2/2/2025). (Wartakotalive.com/Miftahul Munir) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, RAWAJATI - Warga Rawajati, Jakarta Selatan dan Cililitan, Jakarta Timur mengeluhkan penutupan jembatan kali penghubung sejak tiga Minggu lalu.

Siti (60) salah satu pedagang di dekat jembatan kali mengatakan, dua wilayah tersebut sudah menjadi musuh bebuyutan sejak tahun 1990an.

Bahkan, Siti mengaku pernah diancam oleh pemuda dari Rawajati, Jakarta Selatan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

"Saya di datangi sama anak muda mabuk, terus dia cari orang bilangnya cucu saya. Padahal yang dia cari itu cuma biasa nongkrong saja di warung saya," kata Siti kepada Warta Kota, Minggu (2/2/2025).

Siti kemudian berjalan perlahan meninggalkan pemuda tersebut karena takut menjadi sasaran.

Ia bersembunyi di salah satu tempat demi menghindari pemuda mabuk karena kondisi di warungnya saat itu sepi.

Baca juga: Jembatan Penghubung Rawajati Jaksel dan Cililitan Jaktim Ditutup Permanen, Ini Penyebabnya

"Kalau cucu saya mah enggak pernah ikutan, dia mah cuma bantu jualan saja di sini," tegasnya.

Sebelumnya, jembatan kali penghubung antara Jalan Rawajati, Jakarta Selatan ke Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur ditutup oleh aparat gabungan sejak 3 Minggu lalu.

Bukan tanpa alasan, jembatan tersebut ditutup oleh aparat gabungan karena sering menjadi akses tawuran antar pemuda di dua wilayah tersebut.

Dari pantauan lokasi, ada dua parga besi yang sudah dilas untuk menutup secara permanen jembatan kali tersebut.

Pagar besi pertama dari arah Cicilan, Jakarta Timur berada di tengah-tengah. Pengguna jalan kaki harus memanjat pagar besi tersebut.

Di dekat Rawa Jati, Jakarta Timur, masyarakat harus kembali memanjat atau pintar-pintar lewat samping.

Baca juga: Warga Cinere Depok Gelar Aksi Penolakan Jembatan Penghubung di Wilayahnya, Kenapa?

Jika terpeleset saat memanjat, maka pengguna jalan kaki tersebut bisa terjebur dan tenggelam di aliran Kali Ciliwung, Jakarta Timur.

Siti salah satu pedagang yang ada di dekat jembatan Cililitan, Jakarta Timur mengatakan, aktivitas masyarakat menjadi susah setelah pagar tersebut ditutup permanen.

Sebab, Siti tidak bisa berbelanja kebutuhan warungnya karena agen tempat ia biasa membeli ada di Rawajati, Jakarta Selatan.

"Sudah tiga Minggu, karena tawuran antara Rawajati dengan BS (Batalyon Siliwangi), BS itu jauh di seberang sana lampu merah," ungkapnya kepada Warta Kota, Minggu (2/2/2025). (m26)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved