Kamis, 4 Juni 2026

Berita Jakarta

Jembatan Penghubung Rawajati Jaksel dan Cililitan Jaktim Ditutup Permanen, Ini Penyebabnya

Pengguna jalan kaki harus memanjat pagar besi yang dipasang di jembatan tersebut bila ingin melintas.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Miftahul Munir
JEMBATAN RAWAJATI - Polemik penutupan jembatan kali penghubung Rawajati, Jaksel dan Cililitan Jaktim. Warga harus panjat pagar besi yang ditutup permanen bila ingin melintasi jembatan tersebut. Foto diambil Minggu (2/2/2025). (Wartakotalive.com/Miftahul Munir) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, RAWAJATI - Jembatan di kali Ciliwung penghubung antara Jalan Rawajati, Jakarta Selatan ke Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur ditutup oleh aparat gabungan sejak 3 Minggu lalu.

Bukan tanpa alasan, jembatan tersebut ditutup oleh aparat gabungan karena sering menjadi akses tawuran antar pemuda di dua wilayah tersebut.

Dari pantauan lokasi, ada dua parga besi yang sudah dilas untuk menutup secara permanen jembatan kali tersebut.

Pagar besi pertama dari arah Cililitan, Jakarta Timur berada di tengah-tengah. Pengguna jalan kaki harus memanjat pagar besi tersebut.

Di dekat Rawajati, Jakarta Timur, masyarakat harus kembali memanjat atau pintar-pintar lewat samping.

Baca juga: Warga Cinere Depok Gelar Aksi Penolakan Jembatan Penghubung di Wilayahnya, Kenapa?

Jika terpeleset saat memanjat, maka pengguna jalan kaki tersebut bisa terjebur dan tenggelam di aliran Kali Ciliwung, Jakarta Timur.

Siti salah satu pedagang yang ada di dekat jembatan Cililitan, Jakarta Timur mengatakan, aktivitas masyarakat menjadi susah setelah pagar tersebut ditutup permanen.

Sebab, Siti tidak bisa berbelanja kebutuhan warungnya karena agen tempat ia biasa membeli ada di Rawajati, Jakarta Selatan.

"Sudah tiga Minggu, karena tawuran antara Rawajati dengan BS (Batalyon Siliwangi), BS itu jauh di seberang sana lampu merah," ungkapnya kepada Warta Kota, Minggu (2/2/2025).

Siti melanjutkan, dua kelompok remaja itu sudah menjadi musuh bebuyutan dan sering tawuran terutama ketika bulan puasa.

Baca juga: Baru Diresmikan, Alun-alun Depok Barat Miliki Jembatan Gantung Indah Lintasi Setu Tujuh Muara

Biasanya, lanjut Siti, kedua kelompok itu menggelar tawuran di atas flayover Rawajati, Jakarta Selatan.

Kelompok BS, kata wanita berhijab merah itu, melakukan balas dendam dan mengajak tawuran di dekat jembatan tempat dirinya berjualan.

"Kalau ada korban pada saling dendam. Tiga Minggu lalu pukul 20.30 WIB sudah tawuran. Sekarang jembatan ditutup begini, biasa belanja ke agen kan jadi susah," tegasnya.

Siti harus mencari warung biasa untuk membeli kebutuhan warung dan tentu harganya lebih mahal dari agen.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved