Jumat, 12 Juni 2026

Berita Jakarta

Gara-gara Uang Rp 40 Juta, Seorang Pria di Kembangan Pilih Akhiri Hidup

korban diduga mengakhiri hidup lantaran tengah memiliki masalah keuangan dengan kantor tempatnya bekerja

Tayang:
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Kapolsek Kembangan, Jakarta Barat, Moch Taufik Iksan. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KEMBANGAN - Seorang pria berinisial AS (32) ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi rumah mertuanya, Jalan Siantar RT 07 RW 02, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (14/1/2025).

AS ditemukan pertama kali oleh adik iparnya yang curiga lantaran dirinya tak kunjung keluar setelah mandi. 

Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Kembangan, Jakarta Barat, Kompol Moch Taufik Iksan saat ditemui Warta Kota di Mapolsek Kembangan, Jakarta Barat, Selasa.

"Di rumah (mertua) pukul 11.00 WIB mandi, di dalam kamar mandi itu biasanya sambil BAB (buang air besar) kan ngerokok, kan lama, tapi ini kok enggak keluar keluar," kata Taufik menceritakan kronologis kejadiannya.

Baca juga: Mobil Sedan Tiba-tiba Meluncur Hantam Rumah Warga di Limo Depok, Tewaskan Seorang Penghuni

Curiga akan hal yang tidak tidak, adik ipar korban lantas mendobrak kamar mandi tersebut.

Saat pintu berhasil dibuka, AS sudah tewas dalam kondisi leher terjerat tali tambang berwarna biru. 

"Tadi sudah didatangkan tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Barat, dan benar dari ciri-cirinya itu gantung diri, karena ada cairan yang keluar dari beberapa bagian tubuh," kata Taufik.

Baca juga: Sama dengan Tangerang, di Bekasi Juga Terdapat Pagar Laut, Begini Penjelasan DPRD Kabupaten

Lebih lanjut, pihak Polsek Kembangan juga telah menggali informasi dari mertua, istri, dan rekan kerja korban yang saat kejadian berada di lokasi.

Rupanya, korban diduga mengakhiri hidup lantaran tengah memiliki masalah keuangan dengan kantor tempatnya bekerja.

"Ternyata masalahnya dia karyawan swasta, bagian penagihan. (Korban) nelum setorin uang ada Rp 40 jutaan. Dia baru mengembalikan Rp 3 - 4 juta," jelas Taufik.

Baca juga: Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Gelar Rapat Kerja Bahas Sengketa Lahan PT Ferry Sonnevile

Kendati begitu, Taufik tidak membeberkan lebih lanjut ihwal tempat kerja korban.

Usai kejadian ini, pihak keluarga pun langsung membuat surat pernyataan menolak untuk diautopsi.

Pasalnya dari bukti-bukti yang ada serta singkatnya insiden tewasnya AS tersebut, keluarga telah mengikhlaskan bahwa korban tewas lantaran mengakhiri hidupnya sendiri. (m40)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved