Minggu, 3 Mei 2026

Depok Hari Ini

Dihadiri Sejumlah Menteri dan Dubes Negara Sahabat, PBNU Gelar Konferensi Internasional

konsep humanitarian Islam sudah dikenal oleh berbagai komunitas agama dari berbagai negara yang menjadi pembuat kebijakan di seluruh dunia

Tayang:
TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy
Konferensi internasional humanitarian Islam di Kampus UI Depok, Jawa Barat 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar konferensi internasional humanitarian Islam di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Selasa (5/11/2024).

Konferensi internasional tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet merah putih dan beberapa duta besar (dubes) negara sahabat.

Dari kalangan menteri, turut hadir Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Sedangkan dari kalangan dubes negara sahabat, turut hadir Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun, dan Sekretariat Liga Muslim Dunia (MWL) Asia Tenggara Abdurrahman al-Khayyat.

Baca juga: Selebgram Tewas Usai Sedot Lemak di Depok, Polisi Butuh Waktu 4 Bulan Tetapkan Dokter Jadi Tersangka

Konferensi dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar serta Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, serta Rektor UI, Ari Kuncoro.

Dalam sambutannya, Rektor UI Ari Kuncoro menjelaskan, konferensi ini diadakan untuk merumuskan permasalahan penting mengenai topik besar Islam untuk kemanusiaan dan tantangan global.

“Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki posisi yang sangat strategis dalam kancah internasional terutama dalam memajukan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Ari.

Baca juga: Diguyur Hujan Sejak Siang, Berikut Ini Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta yang Terendam Banjir

“Konsep ini memberikan landasan bagi kita untuk mengembangkan dan mempromosikan Islam yang inklusif,” sambungnya.

Menurut Ari, Islam tidak hanya berfokus pada aspek-aspek dimensi vertikal saja tetapi juga mencakup rasa kemanusiaan keadilan sosial dan perdamaian.

Islam mengajarkan kepada kita untuk menolak kekerasan dan ekstrimisme atas nama agama menjunjung tinggi martabat manusia serta mengutamakan kasih sayang dan toleransi dalam setiap interaksi sosial.

Baca juga: Pemanggilan Budi Arie Sebagai Saksi Terkait Kasus Judol di Komdigi Masih Menunggu Hasil Penyelidikan

“Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk mempromosikan nilai-nilai perdamaian di tengah isu global yang kita hadapi saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menjelaskan, humanitarian Islam pertama kali diperkenalkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang pada 2017 lalu.

“Kemudian diluncurkan apa yang kami sebut sebagai gerakan global humanitarian Islam di markas gerakan Pemuda ansor pada tahun yang sama,” kata Yahya.

Baca juga: Gagal Diselamatkan, Dua Remaja Tewas Tenggelam Saat Berenang di Kubangan Air Ranca Balok

“Kemudian kami terus bekerja berupaya memperkenalkan wacana ini ke berbagai kalangan baik itu kalangan komunitas-komunitas agama di berbagai negara,” sambungnya.

Kini, konsep humanitarian Islam sudah dikenal oleh berbagai komunitas agama dari berbagai negara yang menjadi pembuat kebijakan di seluruh dunia.

“Alhamdulillah seiring perjalanan waktu berbagai capaian telah berhasil diraih dalam upaya membagi wacana gagasan-gagasan tentang kemanusiaan Islam ini kepada berbagai kalangan di seluruh dunia,” pungkasnya. (m38)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved