Rabu, 6 Mei 2026

Gempa Bumi

Gempa Bumi Megathrust, Pengusaha dan Warga Ramai-ramai Datangi Kantor BPBD DKI Jakarta

Gempa Megathrust, Pengusaha dan Warga Ramai-ramai Datangi Kantor BPBD DKI Jakarta. Sosialisasi Megathrust ke tingkat RT dan RW.

Tayang:
Editor: dodi hasanuddin
istimewa
Gempa Bumi Megathrust, Pengusaha dan Warga Ramai-ramai Datangi Kantor BPBD DKI Jakarta 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Fajar Alfajri

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Isu Gempa Megathrust membuat banyak masyarakat yang peduli.

Tak hanya warga, pengusaha pun juga peduli terhadap isu yang sudah viral di masyarakat.

Dampaknya, permintaan edukasi mitigasi bencana gempa megathrust di kalangan masyarakat meningkat. 

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, permintaan edukasi ini datang tidak hanya di kalangan masyarakat sipil saja tetapi dunia usaha yang memiliki gedung perkantoran.

Baca juga: Gempa Bumi di Kabupaten Bandung, Sejumlah Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Dibatalkan

Maka dari itu informasi mengenai potensi megathrust memang harus terus disampaikan kepada masyarakat.

Jika tidak disampaikan dikhawatir akan lebih banyak yang kurang peduli tentang potensi yang ada di sekitarnya.

“Nah semenjak adanya isu megathrust, ini jadi cenderung kami banyak dapat permintaan untuk adanya pelatihan atau pengetahuan tentang mitigasi bencana gempa ya," kata Yohan pada Kamis (19/9/2024).

"Jadi bagaimana, apa yang harus disiapkan, siapa yang jadi aktor-aktornya kalau ada kejadian ini,” tambahnya. 

Baca juga: Gempa Bumi di Pengalengan Kabupaten Bandung, 14 Warga Jadi Korban

Menurut Yohan, banyak warga sipil maupun kelompok masyarakat yang mendatangi BPBD untuk minta diedukasi. 

Bahkan petugas BPBD juga dapat mendatangi ke gedung-gedung perkantoran atau komunitas masyarakat di tingkat RT/RW untuk menyosialisasikan terkait potensi megathrust.

“Kita ada tim yang bisa mensosialisasikan hal ini. Bisa menghubungi layanan 112, itu bebas pulsa, atau bisa juga melalui Community Channel lah, ada layanan WhatsApp nya untuk meminta adanya pelatihan dan pengetahuan kepada masyarakat,” jelasnya.

Yohan mengaku, ikut turun ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat tentang megathrust.

Sosialisasi ini dilakukan di kelurahan, perkantoran dan permukiman warga dengan harapan mereka lebih waspada terhadap ancaman megathrust.

“Di Jakarta ini bangunan tinggi sangat banyak, ketika terjadi megathrust otomatis ini akan berefek ya, karena kalau misalnya bencananya terjadi pada siang hari kan orang di Jakarta jumlahnya lebih banyak berdomisili di kantor-kantor kan, pada bekerja kan,” ungkapnya.

Baca juga: Gempa Bumi Berkekuatan 5.0 Magnitudo Guncang Kecamatan Kertasari dan Pangalengan Kabupaten Bandung

Jika tidak diperingatkan, Yohan khawatir masyarakat menganggap bahwa gempa megathrust merupakan bencana yang biasa. '

Padahal bencana ini bisa mengancam siapapun.

“Kalau ini nggak di-warning (peringatkan), nanti malah menganggap biasa-biasa aja gitu, nggak ada awareness (kepedulian). Padahal SOP (standar operasional prosedur) dalam satu satu gedung itu kan memang harus ada pelatihan dan kesiapan apabila ada megathrust,” tuturnya.

Untuk memaksimalkan pengawasan, BPBD Provinsi DKI Jakarta telah menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKB), sebagai instansi yang bertugas mengamati dan memahami fenomena alam. 

Bahkan BMKG telah memberikan satu alat pendeteksi tsunami di BPBD, berupa Tsunami Early Warning System (TEWS).

“Jadi dia (TEWS) itu meng-cover seluruh wilayah di Indonesia, dan itu setiap ada gempa, itu pasti akan notifikasi, akan bunyi gitu,” imbuhnya.

Zona Subduksi Megathrust

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan bahaya gempa megathrust di Jakarta. 

Di Indonesia, wilayah yang paling terkait dengan megathrust adalah zona subduksi di sepanjang pantai barat Sumatera hingga selatan Jawa.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, meski pusat gempa dari zona megathrust itu sendiri terletak di sepanjang pantai barat Sumatera dan selatan Jawa, tapi Jakarta rentan terkena dampak sekunder dari gempa besar yang dihasilkan oleh zona megathrust.

Baca juga: Gempa Bumi Melanda, UI Beri Edukasi dan Simulasi Tanggap Bencana di Gedung PAU dan ILRC UI

Megathrust adalah area di mana lempeng tektonik Indo-Australia menyusup di bawah lempeng Eurasia.

Zona ini menciptakan potensi gempa besar (berkekuatan tinggi, M8 hingga M9) yang berlokasi di sekitar Sumatra dan selatan Jawa.

Jakarta sendiri tidak berada tepat di atas zona megathrust, tetapi guncangan dari gempa besar di zona ini masih bisa terasa di kota tersebut, terutama karena posisi Jakarta yang relatif dekat dengan patahan selatan Jawa.

“Jika terjadi gempa besar dari zona megathrust, Jakarta bisa merasakan guncangan kuat yang mengancam infrastruktur bangunan, khususnya bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa,” ujar Yohan.

Menurut dia, kondisi tanah di Jakarta, yang banyak terdiri dari tanah aluvial dan bekas lahan rawa, memperparah dampak guncangan.

Tanah lunak ini lebih mudah mengalami likuifaksi (pencairan tanah akibat getaran), yang bisa menambah kerusakan.

“Gempa besar dari megathrust yang terjadi di lautan juga berpotensi memicu tsunami. Meskipun Jakarta tidak langsung menghadap Samudra Hindia, gelombang tsunami yang sangat besar mungkin dapat mencapai pesisir utara Jakarta jika terdapat gelombang besar yang dihasilkan dari arah selatan,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved