Kriminalitas Depok
Sindikat Perdagangan Bayi Jual dari Depok ke Bali dengan Harga Rp 45 Juta
Menurut Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana, para pelaku beraksi dengan menjadikan seorang ibu hamil sebagai target
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Sindikat perdagangan bayi yang beraksi di Kota Depok ternyata sudah lama menjalankan aksinya.
Menurut Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana, para pelaku beraksi dengan menjadikan seorang ibu hamil sebagai target.
Ibu hamil tersebut kemudian dirayu dengan uang agar mau menyerahkan bayinya kepada pelaku, untuk dijual.
Setelah aksinya itu berhasil, pelaku kemudian mengambil bayi yang baru dilahirkan dan menjualnya ke daerah Bali.
Baca juga: Modus Sindikat Perdagangan Bayi di Depok, Pelaku Pakai Sistem Pre-order Sejak dalam Kandungan
Setiap bayinya dijual pelaku hingga Rp 45 juta, harga tersebut rata untuk bayi jenis kelamin laki-laki maupun perempuan.
“Kalau dari tersangka sendiri yang mengantarkan bayi ke Bali ini sudah kurang lebih 5 kali (transaksi),” kata Arya di Mapolres Metro Depok, Senin (2/9/2024).
“Tapi kalau yang di Bali sendiri tentu sudah lebih dari 5 kali ya, karena kan ini hanya salah satu dari tersangka yang punya koneksi dengan tersangka utama di Bali,” sambungnya.
Baca juga: Restoran Godong Ijo Depok, Tawarkan Pemandangan Air Terjun Sambil Bersantap di Hutan Tengah Kota
Modus Operandi
Sebelumnya, pihak kepolisian membongkar modus operandi sindikat perdagangan bayi yang diedarkan melalui media sosial (medsos) di Kota Depok, Jawa Barat.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan, para pelaku menerapkan sistem pesan terlebih dahulu atau pre-order kepada konsumennya.
Bahkan, para pelaku telah menawarkan bayi yang akan dijual saat masih di dalam kandungan ibunya.
Baca juga: Polres Depok Bongkar Sindikat Jual-beli Bayi Melalui Facebook, 8 Pelaku Diamankan
“Pre-order, iya. jadi kalau ada yang sudah hamil ya itu sudah bikin perjanjian terlebih dahulu,” kata Arya.
“Jadi nanti setelah lahir langsung dibawa ke sana,” sambungnya.
Dalam aksinya, para pelaku mencari ibu-ibu yang sedang hamil dan menawarkan untuk membeli bayinya melalui Facebook.
Jika ada yang tertarik, maka pelaku akan mengirimkan pesan dan mendatangi ibu yang sedang hamil untuk negosiasi kesepakatan harga.
Baca juga: Soal Banjir di Jakarta, Ini yang Bakal Dilakukaan Cawagub Rano Karno Bila Terpilih di Pilkada DKI
| Modus Sindikat Perdagangan Bayi di Depok, Pelaku Pakai Sistem Pre-order Sejak dalam Kandungan |
|
|---|
| Buka Pendidikan Kadet Mahasiswa Baru Unhan Angkatan 2024 di Sentul, Ini Pesan Wamenhan Herindra |
|
|---|
| Polres Depok Bongkar Sindikat Jual-beli Bayi Melalui Facebook, 8 Pelaku Diamankan |
|
|---|
| Restoran Godong Ijo Depok, Tawarkan Pemandangan Air Terjun Sambil Bersantap di Hutan Tengah Kota |
|
|---|
| Pelaku Tawuran yang Menyiram Air Keras ke Anggota Brimob Ternyata Mahasiswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Penampakan-para-sindikat-perdagangan-bayi-depok.jpg)