Selasa, 21 April 2026

Kabupaten Bogor

Harga Sembako di Kabupaten Bogor Naik, Asmawa Tosepu Minta TPID Tingkatkan Komitmen Kerja

Kenaikan harga ini menjadi tantangan tersendiri agar seluruh TPID untuk bersama-sama melakukan kegiatan pengendalian inflasi di sektor masing-masing

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Vini Rizki Amelia
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu (kiri), saat membuka acara High Level Meeting TPID Kabupaten Bogor, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa (23/7/2024). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosep meminta jajarannya agar komitmen kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bogor terus ditingkatkan demi mengendalikan inflasi.

Pria asal Konawe, Sulawesi Tenggara berharap dengan komitmen yang tinggi mampu mengatasi kenaikan harga yang sekarang ini tengah terjadi.

“High level meeting TPID menjadi penting, sebagai sarana koordinasi untuk mengantisipasi gejolak kenaikan harga serta kelangkaan kebutuhan bahan pokok masyarakat,” ujar Asmawa Tosepu, saat membuka acara High Level Meeting TPID Kabupaten Bogor, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa (23/7).

Asmawa menerangkan, ada sedikit kenaikan harga bahan pangan pokok khususnya cabe rawit, beras, minyak goreng, daging ayam ras, dan cabe merah.

Baca juga: Kenalan Lewat Medsos Tak Pernah Ketemu Tapi Pacaran, Sering Video Call Seks, Endingnya Begini

Kenaikan harga ini menjadi tantangan tersendiri agar seluruh TPID untuk bersama-sama melakukan kegiatan pengendalian inflasi di sektor masing-masing.

“Saya beri penekanan agar TPID melakukan langkah-langkah yang sudah ditentukan pemerintah pusat, seperti mengecek ketersediaan bahan pangan, melakukan sidak ke pasar dan distributor, melaksanakan gerakan pasar murah di tengah masyarakat, gerakan menanam,” tandas Asmawa.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendapat penghargaan dari pemerintah pusat karena dinilai berhasil mengendalikan inflasi pada 2023.

Baca juga: Dua Balita di Cimanggis Depok Dirudapaksa Marbot Musala, Menolak Diancam Mau Ditusuk dengan Pisau

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bogor meraih penghargaan ketiga kategori kabupaten kinerja terbaik se-Jawa Barat.

"Inflasi Kabupaten Bogor yang ditunjukan oleh IPH (Indeks Perkembangan Harga) berada di tingkat median (tengah) dengan angka minus 1,51, artinya berada di level menengah," beber Asmawa.

Dia menjelaskan IPH tertinggi berada di angka 3,03 dan yang terendah ada di angka - 6.

Baca juga: Cemburu Buta, Seorang Pria Tega Menganiaya Pacarnya karena Masih Berhubungan dengan Mantan Suami

"Alhamdulillah pada tahun 2023 TPID Kabupaten Bogor berada di urutan ketiga terbaik dalam pengendalian inflasi," ujarnya.

Prestasi ini membuat Pemkab Bogor terpilih ke dalam daerah penerima alokasi insentif fiskal tahun anggaran 2024.

"Untuk penghargaan kinerja tahun berjalan kategori pengendalian inflasi daerah periode pertama sebesar Rp 5.563.166.000," papar Asmawa.

Baca juga: Isi Kajian di Pocin Depok, Anggota DPR RI Nur Azizah Tamhid Jelaskan Kiat Sukses Mendidik Anak

Dia berima kasih kepada seluruh anggota TPID Kabupaten Bogor dan semua pihak yang sudah bekerja keras mengendalikan inflasi sehingga Kabupaten Bogor mendapatkan penghargaan insentif fiskal.

"Nantinya alokasi insentif fiskal tahun anggaran 2024 ini akan kita manfaatkan untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam mengendalikan inflasi,” jelas Asmawa.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved