Senin, 4 Mei 2026

Lebaran

Antisipasi Kecelakaan, Mobil Penumpang Melebihi Kapasitas Akan Diputra Balik Saat Arus Balik Lebaran

Hal tersebut dilakukan, menyusul terjadinya kecelakaan maut di KM 58 ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada arus mudik Senin (8/4/2024) lalu.

Tayang:
Editor: murtopo
Tribunnews/Abdul Majid
Ilustrasi mudik lebaran. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta pihak kepolisian untuk merazia mobil travel gelap maupun mobil pribadi yang melebihi kapasitas saat arus balik lebaran 2024.  

Laporan Wartawan, WARTAKOTALIVE.COM, Gilbert Sem Sandro

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TANGERANG - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta pihak kepolisian untuk merazia mobil travel gelap maupun mobil pribadi yang melebihi kapasitas saat arus balik lebaran 2024. 

Hal tersebut dilakukan, menyusul terjadinya kecelakaan maut di KM 58 ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada arus mudik Senin (8/4/2024) lalu.

Menhub Budi Karya Sumadi meminta agar pihak kepolisian memutar balik kendaraan apabila menemukan kendaraan pengangkut pemudik tersebut kelebihan muatan atau tidak sesuai kapasitas.

"Jadi saya minta kepada Pak Polisi agar segera melakukan law enfocement supaya travel-travel gelap itu dirazia," ujarnya.

Baca juga: Tegas! Menhub Minta Polisi Razia Travel Gelap Terutama yang Ngebut dan Kelebihan Muatan

Budi Karya Sumadi juga meminta kepada masyarakat yang baru pulang dari kampung dan akan kembali ke perantauan untuk selektif dalam mencari kendaraan.

Menurut Budi, kendaraan yang membawa muatan berlebihan rawan akan kecelakaan lantaran laju kecepatannya menjadi tidak stabil.

"Tolong awak media menyampaikan karena informasi ini sangat penting, agar para pemudik jangan marah kalau tiba-tiba polisi meminggirkan kendaraan yang mereka tumpangi dan diminta balik kanan," tuturnya.

"Kalaupun itu terjadi penumpang lihat apakah mobilnya itu layak atau tidak dan jangan mau kalau muatannya 12 orang, sebab mobil yang kepenuhan itu lajunya tidak stabil dan kalau tidak konsentrasi (kecelakaan maut) itulah yang terjadi," ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Arus Mudik dan Balik Lebaran, Menhub Ajukan Surat Rekomendasi WFH ke Presiden

Kendati demikian Budi pun menyampaikan ungkapan bela sungkawanya terhadap keluarga korban dari kecelakaan tersebut.

Ia memastikan, pemerintah akan bekerja keras dan maksimal untuk mengantisipasi, serta menghindari terjadinya peristiwa serupa.

"Dengan segala hormat kecelakaan itu adalah pelajaran yang mahal dan pemerintah akan mencari bagaimana solusi itu, tentu saya berduka cita atas kejadian di KM 58 beberapa waktu lalu," jelas Budi Karya Sumadi.

Budi Karya Sumadi mengatakan, hasil koordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT menunjukan bahwa pihak travel telah menggunakan mobil Gran Max yang mengalami kecelakaan selama empat hari tanpa henti mengangkut penumpang.

Baca juga: Kisah Petugas Kesehatan Sigap Membantu Penumpang Kereta yang Hampir Melahirkan di Dalam Gerbong

"Satu lagi yang enggak pernah saya bosan saya sampaikan, perihal kecelakaan di KM 58 kemarin KNKT menyampaikan bahwa itu adalah travel gelap," ujar Budi Karya kepada awak media, Jumat (12/4/2024).

"Jadi penumpang mobil Gran Max itu ada 12 orang, dia berjalan 4 hari berturut-turut tidak berhenti, bayangkan kita pulang 1 trip saja sudah bagaimana capenya," imbuhnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved