Selasa, 14 April 2026

Film Bioskop

Dua Tokoh Agama Larang Film Kiblat Beredar Dianggap Kampanye Hitam, Ternyata Belum Lulus Sensor LSF

Larang Film Kiblat Beredar Dianggap Kampanye Hitam, Ternyata Belum Lulus Sensor LSF. Permintaan itu disampaikan 2 tokoh agama Islam.

Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Dua Tokoh Agama Larang Film Kiblat Beredar Dianggap Kampanye Hitam, Ternyata Belum Lulus Sensor LSF 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Film Kiblat yang disutradari Bobby Prasetyo itu mendapatkan kecaman dari sejumlah pihak.

Di antaranya tokoh agama Islam. Mereka adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, KH Cholil Nafis dan Ustad Hilmi Firdausi.

Apa yang menyebabkan kedua tokoh agama Islam tersebut melarang peredaran Film Kiblat yang dibintangi Youtuber Ria Ricis, Hana Saraswati, Arbani Yasiz, Yasmin Napper, dan Dennis Adhiswara itu?

Baca juga: Beradegan Mesra dengan Lutesha di Film Ali Topan, Ini yang Dilakukan Jefri Nichol

KH Cholil Nafis angkat bicara soal film Kiblat di Instagramnya.

Dia menyebutkan bahwa seringkali reaksi keagamaan dimainkan oleh pebisnis utk meraup untung materi.

Hal seperti ini tak boleh dibiarkan harus dilawan.

Acapkali menggunakan promosi sensitif dan kontroversi agar menarik perhatian dan banyak penonton.

Baca juga: Sejarah Ungkap Presiden Soekarno Nonton Film Bioskop di Belakang Layar, Ini Penjelasan Dosen FIB UI

Tapi kalau sudah menyinggung agama biasanya malah tak boleh ditonton

"Saya tak tahu isi filmnya maka belum bisa komentar. Tapi gambarnya seram, kok.. judulnya kiblat ya. Saya buka-buka arti kiblat hanya ka’bah, arah menghadapnya orang-orang shalat," tutur KH Cholil Nafis.

"Kalau ini benar sungguh, film ini tak pantas diedar dan termasuk kampanye hitam terhadap ajaran agama, maka film ini harus diturunkan dan tak boleh tayang," tandasnya.

Ustaz Hilmi Firdaus menilai film Kiblat dianggap sudah keterlaluan.

Baca juga: Viral Film Dirty Vote, Timnas AMIN Nilai Sebuah Pendidikan Soal Politik Kotor, TKN Sebut Fitnah

Dalam poster yang beredar di media sosial, menggambarkan gerakan salat yang merupakan ritual suci bagi umat Islam, menjadi sesuatu yang menghadirkan keseraman dan kengerian dalam film.

Setelah poster mengerikan itu ditarik produser, Hilmi berharap film Kiblat juga ditarik agar tidak bisa ditonton masyarakat, karena tidak mendidik.

Belum Lolos Sensor LSF

Leo Pictures Bekerja sama dengan Legacy Pictures dan 786 Production akan menayangkan film Kiblat pada tahun ini, namun belum ada tanggal pasti penayangannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved