Selasa, 28 April 2026

Olimpiade Paris 2024

Sekjen PBSI Fadil Imran Tegaskan Prioritas PBSI Saat Ini Olimpiade Paris 2024

Sekretaris Jenderal PBSI, Fadil Imran menegaskan prioritas utama adalah prestasi di Olimpiade Paris yang digelar pada bulan Juli mendatang.

Editor: murtopo
WARTAKOTALIVE.COM/Rafsanzani Simanjorang
Sekretaris Jenderal PBSI, Fadil Imran menegaskan prioritas utama PBSI adalah prestasi di Olimpiade Paris yang digelar pada bulan Juli mendatang. 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA -Tim bulutangkis Indonesia terbang ke Eropa pada Rabu (28/2/2024) lalu.

Di Eropa, telah menanti dua turnamen yakni French Open 2024 dan All England 2024.

French Open bergulir pada 5-10 Maret dan All England 2024 pada 12-17 Maret.

Tim pun berbegas menuju Perancis. Rombongan besar yang terdiri dari sebagian atlet, pelatih dan tim support berangkat melalui bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada pukul 17.40 WIB dengan pesawat Emirates Airlines EK357.

Sementara Gregoria Mariska Tunjung, Bagas Maulana, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin baru berangkat pukul 21.40 WIB menggunakan Turkish Airlines TK57.

Baca juga: Apri/Fadia Bidik Gelar Juara Indonesia Open 2023, Kumpulkan Poin Menuju Olimpiade Paris 2024

Pebulutangkis Indoneisa akan bersaing di level Super 750 dan Super 1000.

Meski level yang diperlombakan bergengsi, namun dua turnamen tersebut tidak menjadi yang utama bagi PBSI.

Sekretaris Jenderal PBSI, Fadil Imran menegaskan prioritas utama adalah prestasi di Olimpiade Paris yang digelar pada bulan Juli mendatang.

“Target kami itu, pencapaian agar anak-anak meraih poin dan bisa masuk ke Olimpiade. Yang sudah dapat poin dan pasti masuk ke Olimpiade Paris, pertahankan. Yang belum? Kami utamakan supaya menambah poin,” katanya, Sabtu (2/3/2024).

Baca juga: Taufik Hidayat Pesan ke Jojo dan Ginting Fokus Olimpiade, Kesampingkan Masalah Keluarga dan Pacar

Kejuaraan All England sendiri merupakan pertaruhan gengsi para pebulutangkis dunia.

Dengan total kisaran 1.000.000 dolar Amerika Serikat, pebulutangkis yang juara bisa mendongrak posisinya di ranking dunia berkat 1.200 poin yang jadi hadiah bagi pemenang.

Fadil tak merinci apakah para atlet yang dikirim ke Eropa dibebani target juara All England. Ia hanya membeberkan bahwa PBSI punya target.

“Kan ada target jangka pendek, menengah dan target jangka Panjang. Ya kalau bicara (gengsi atau nama baik), kan ingin juara. Bukan berarti tidak ingin juara,” katanya.

Baca juga: Raja Sapta Oktohari Janjikan Bonus Rp 100 Juta ke Atlet yang Lolos Olimpiade Paris 2024

Kembali lagi, ia menegaskan bagaimana cara menghadapi Olimpiade.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved