Kabupaten Karawang
Kebocoran Gas di Karawang, DPRD Provinsi Jawa Barat Minta Pemerintah Tegas
Legislator tersebut menekankan gas kimia yang dihirup warga sangat berbahaya bagi kesehatan
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KARAWANG - Kasus kebocoran gas klorin PT Pindo Deli 2 mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat.
DPRD Provinsi Jawa Barat mendesak pemerintah bertindak tegas atas insiden kebocoran gas klorin produksi Caustic Soda PT Pindo Deli 2, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
Pasalnya, kebocoran gas kimia itu membuat ratusan warga sekitar pabrik harus dibawa ke rumah sakit.
"Kami meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang harus bertindak tegas,"
Kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ihsanudin pada Senin (29/1/2024).
Baca juga: Warga Karawang Korban Kebocoran Gas Minta Pabrik Caustic Soda Milik PT Pindo Deli Dipindah
Legislator tersebut menekankan gas kimia yang dihirup warga sangat berbahaya bagi kesehatan.
Terlebih kebocoran gas dari pabrik milim Pindo Deli 2 itu juga bukan yang pertama, melainkan sudah terjadi sekitar lima kali.
"Apalagi, korban yang ditimbulkan berjumlah ratusan dan kejadian seperti ini sudah berulangkali. Persoalan ini harus disikapi dengan serius jangan sampai setelah ini ada kejadian serupa," katanya.
Setidaknya, lanjut Ihsanudin, Pemda Karawang harus memprioritaskan dua hal, pertama mengenai kesehatan masyarakat.
Baca juga: Pemilu 2024 Tinggal Menghitung Hari, Bawaslu Kabupaten Bogor Sosialisasi Pengawasan on the Road
Korban keracunan gas berbahaya ini mengalami gangguan pernafasan, dan keluhan ulu hati hingga pusing di kepala. Kondisi ini jika terus berulang, maka dampaknya akan terasa lebih parah.
"Jaminan kesehatan merupakan hak dasar yang mesti dipenuhi. Kedua soal keamanan. Perusahaan ini sudah berulang kali terjadi jangan sampai setelah ini ada kejadian serupa," ucapnya.
Anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) Jabar 10 yang meliputi Kabupaten Karawang dan Purwakarta ini meminta, Pemda Karawang harus mengambil tindakan konkret untuk mengatasi persoalan ini.
Bila perlu produksi perusahaan ditutup atau direlokasi ke tempat lain yang tidak berdekatan dengan masyarakat.
Baca juga: Persija Ditahan Imbang 2-2 Persita Tangerang di Laga Uji Coba, Kini Tatap Laga Kontra Borneo FC
"Ini sudah berulang kali terjadi, jangan tinggal diam. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus dipentingkan, pemda harus tegas dalam mengambil keputusan," tegasnya.
Selain itu, tambah politisi Gerindra ini, Dinas Provinsi Jabar juga harus turun tangan menyelidiki insiden kebocoran gas ini.
Artinya, persoalan ini harus menjadi perhatian semua dan ada tindakan konkret yang dilakukan karena menyangkut kesehatan masyarakat secara besar.
| Tawuran Antar Pemuda Pecah Gara-gara Saling Ledek Soal Cewek, Polisi Amankan 3 Buah Sajam |
|
|---|
| Jelang Imlek 2024, Kisah Sedih Polisi Lalu Lintas yang Berjuang Dapat Keadilan Atas Kematian Anaknya |
|
|---|
| Ada Perbaikan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek oleh Jasa Marga, Ini Titik Lokasinya |
|
|---|
| Kampanye Akbar di Semarang, Gibran Ajak Pendukung Tidak Balas Fitnah Bila Paslon No 2 Diserang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Provinsi-Jawa-Barat-Ihsanudin.jpg)